26.3 C
Banda Aceh
BerandaCerpenDimanakah Engkau Sekarang?

Dimanakah Engkau Sekarang?

kabardaily.com  –  Cerpen – Dimanakah? Di suatu malam, tepatnya pukul 22.00 WIB Gibran yang sedang tidur tiba-tiba terbangun sebab mendengar suara ribut dari ruang keluarga. Ternyata, kedua orang tua beserta neneknya sedang berbincang-bincang mengenai suatu hal yang sangat penting.

Karena mengantuk, ia pun langsung melanjutkan tidurnya.
Keesokan harinya Gibran melihat rumahnya kosong. Ayah, ibu, dan neneknya tidak ada di rumah.

Di dalam hati ia berkata “Tumben sekali ayah, ibu, dan nenek gak ada di rumah. Memangnya kemana mereka? Hmm… kalau mereka pergi jalan-jalan mengapa tidak mengajakku sekalian?”

Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil “ tiiit..tiiit…tiiiit”. Setelah Gibran periksa ternyata itu adalah mobil ayahnya.

“Mengapa hanya ada ayah dan ibu di dalam mobil, lalu nenek di mana? Apa yang terjadi dengan nenek? Tanyanya dalam hati.”

Ibu Gibran melihat adiknya yang kebingungan langsung bertanya kepadanya “Ada apa Gibran? Mengapa kamu tampak kebingungan seperti itu?”. “Nenek di mana buk? tanya Gibran sambil tersenyum kepada ibunya?”. “Sekarang nenek sudah berada di rumah bibimu, bibi Rossa, tau kan?”. “Yaa bu” jawab Gibran.

Dua bulan kemudian, Gibran ada tugas kelompok dari sekolahnya untuk berkunjung ke tempat-tempat sosial seperti panti asuhan, panti jompo, dan lain-lain serta juga melakukan wawancara kepada orang-orang yang terkena bencana alam, kaum dhuafa, dan anak-anak yang memerlukan perhatian khusus di SLB. Tempat terakhir Gibran bersama teman-teman sekelompoknya adalah panti jompo Kuta Karang.

Gibran melakukan wawancaranya di sana, keanehan pun terjadi. Ia melihat seorang nenek yang tengah menangis teredu-sedu. Gibran pun menghampirinya “Apa yang membuatmu menangis nenek?” tanya Gibran kepada nenek. “Apakah kau Gibran, cucuku?” tanya balik nenek itu.

Setelah mendengar pertanyaan nenek tersebut, terlihat tetesan air mata membasahi pipinya. “Iya nek, saya Gibran cucu nenek”. “Nenek kok di sini? Bukannya nenek di rumah bibi Rossa?” tanya Gibran sambil menangis dan memeluk erat neneknya.

“Tidak, aku sekarang berada di sini, ibumu memanglah anak durhaka. Orang tuamu tak ingin merawatku dan menganggap aku hanyalah beban di rumahmu.

meninggalnya

Pada akhirnya tempat ini bisa saja menjadi tempat terakhirku. Pulanglah Gibran, biarkan nenek disini. Jika kamu ingin membuat nenekmu senang, sering-seringlah datang kemari dan rahasiakanlah pertemuan kita ini.” Sahut nenek kepada Gibran. Dimanakah?

Saat hari damai

Akhirnya Gibran pun pulang dan pamit kepada neneknya. Pada waktu yang tepat ia akan mempertanyakan hal ini pada orang tua. Gibran pun mengunjungi neneknya dua kali seminggu, sebab hanya itu lah yang dapat menyenangi hatinya.

M.Faris Rauzan, Siswa SMPIK Nurul Quran.

Sang Fajar Bersinar

Penemuan Mesin

Pesta Ulang Tahun

spot_img
spot_img
spot_img
Banda Aceh
overcast clouds
26.3 ° C
26.3 °
26.3 °
80 %
0.5kmh
95 %
Sel
26 °
Rab
28 °
Kam
29 °
Jum
28 °
Sab
28 °

Last Artikel

spot_img