fbpx

Dayah Ruhul Qurani Rayakan Hari Guru Nasional

Aceh Barat,kabardaily.com – Dayah Ruhul Qurani Meulaboh merayakan Hari Guru Nasional dengan menggelar apel, memotong tumpeng, memberi hadiah untuk para guru, serta menglangsungkan serangkaian pertandingan olahraga khusus para gurunya.

Perayaan ini dibuka langsung oleh Pembina Yayasan Tibers Meulaboh yang menaungi Dayah Ruhul Qurani Dr. (H.C) H. Teuku Alaidinsyah atau yang lebih dikenal dengan Haji Tito.

Dalam sambutannya Haji Tito menyampaikan, “Guru sangat penting dalam membangun bangsa dan negara. Dulu ketika Jepang hancur akibat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Jepang waktu itu bernama Hirohito mengumpulkan para jendral dan mempertanyakan berapakah jumlah guru yang tersisa? Mulailah dikumpulkan para guru dari seluruh pelosok kota yang berjumlah sekitar 45.000 orang. Maka, pada para guru itulah Kaisar Hirohito bertumpu dalam membangun kembali Jepang sebagai negara yang maju.”

Adapun pemberi tausiah dalam apel Hari Guru Nasional ini adalah salah satu da’i yang tak asing lagi di media sosial yaitu Ust. Zahri Fuad Hasan, MA. Dalam penggal tausiahnya Ust. Fuad mengatakan, “Jika ada permata di tangan kirimu, dan keringat guru di tangan kananmu, maka ketahuilah bahwa keringat guru itu lebih mahal dan lebih mulia. Tanpa keringat guru, engkau tidak akan mendapatkan permata itu.”

Tentang sejarah Hari Guru Nasional, ketua Panitia Putri Hajarul Sabrina, S.Pd. mengatakan, “25 November ditetapkan pertama sekali sebagai Hari Guru Nasional adalah pada masa Presiden Soeharto, pada tahun 1994, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78. Adapun tanggal 25 November ini diambil dari tanggal lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945.”

Tentang tema apel Hari Guru di Dayah Ruhul Qurani, Putri mengatakan, “Dalam perayaan Hari Guru perdana di Dayah Ruhul Qurani ini, kita mengangkat tema khusus, yaitu ‘Ridha Guru Kunci Keberkahan Ilmu.’ Dengan tema ini, kita berharap para santri bisa terus meningkatkan rasa hormat kepada guru, patuh kepada guru, sehingga sedikit ilmu yang didapat bisa bermanfaat di dunia maupun di akhirat.”

*Apresiasi Kepada Guru*

Melalui perayaan Hari Guru Nasional ini, Dayah Ruhul Qurani berupaya memberi apresiasi kepada para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan beberapa agenda, pertama Haji Tito memotong tumpeng dan memberikannya secara simbolik kepada salah satu guru Ruhul Qurani. Kedua, para santri memberi hadiah kepada semua guru Ruhul Qurani. Ketiga, digelar pertandingan olahraga antar guru yang memperkuat tali shilaturahim dan menambah keakraban, seperti pertandingan futsal, banminton, tenis meja, tarik tambang dan lainnya. Selain itu, para santri juga mengungkapkan rasa terimakasih kepada guru dalam tiga bahasa, membacakan puisi, dan beragam kegiatan menarik serta menggugah lainnya. []