KABARDAILY.COM – Suasana halaman Markas PMI Kota Banda Aceh pada Rabu pagi (17/09/2025) dipenuhi oleh warna merah dan putih. Ratusan peserta dari berbagai unsur hadir dalam rangka memperingati, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI).
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel kesatuan, diikuti oleh jajaran pengurus PMI, perwakilan pemerintah daerah, perwakilan sekolah, anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira, serta para tamu undangan.
Acara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera PMI, menyanyikan Mars PMI, dan pembacaan ikrar relawan. Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, Murdani mengajak seluruh anggota PMI untuk terus menebarkan semangat kemanusiaan di tengah masyarakat.
Peringatan HUT PMI yang ke-80 ini menjadi momentum untuk mengingat kembali komitmen kita dalam membantu sesama. Para pendonor darah yang hadir hari ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mereka telah rela memberikan darahnya bagi yang membutuhkan. Seperti moto PMI, mari kita terus ‘Tebarkan Kebaikan untuk Umat Manusia’,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta apel.
Salah satu momen yang paling mendapat perhatian adalah penyerahan piagam dan pin penghargaan kepada pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darah lebih dari 50 kali. Dari beberapa nama yang disebutkan, hadir sosok akademisi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, yakni Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn., Ketua Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Aceh.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Aceh, di hadapan seluruh tamu undangan. Kehadiran Dr. Angga di panggung penghargaan bukan hanya mengundang tepuk tangan, tetapi juga menjadi inspirasi bagaimana seorang akademisi seni tetap konsisten dalam aksi kemanusiaan.
Dr. Angga menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas penghargaan tersebut.
Saya benar-benar tidak menyangka diundang untuk menerima penghargaan ini. Awalnya saya mendonor hanya karena ingin mencoba, namun lama-kelamaan menjadi kebiasaan. Setiap dua bulan sekali saya menyempatkan diri untuk donor darah. Rasanya badan lebih segar dan sehat setelah donor, bahkan jika melewati jadwal saya merasa kurang nyaman.
Saya berharap semakin banyak masyarakat yang ikut mendonor, bukan hanya demi kesehatan diri sendiri, tetapi juga untuk menolong sesama manusia,” ungkapnya.
Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama penerima penghargaan, para pendonor darah, dan tamu undangan. Suasana penuh keakraban terlihat saat para anggota PMR bersalaman dengan para senior PMI dan pendonor darah, sebagai bentuk penghormatan dan motivasi.
Peringatan HUT PMI ke-80 di Banda Aceh bukan hanya seremoni, tetapi menjadi momentum inspiratif. Kehadiran akademisi ISBI Aceh yang mendapat penghargaan menunjukkan bahwa kontribusi kemanusiaan tidak mengenal profesi maupun latar belakang.
Bagi ISBI Aceh, penghargaan yang diraih Dr. Angga menjadi simbol bahwa perguruan tinggi seni tidak hanya melahirkan karya budaya, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial yang nyata. Dengan semangat gotong royong dan solidaritas, PMI berharap semakin banyak generasi yang peduli terhadap sesama, sehingga lebih banyak nyawa yang dapat terselamatkan.




















