Harga “Keurupuk Meulieng” di Bireuen Meroket

BIREUEN,KABARDAILY.COM – Efek dari melonjaknya harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan komoditas lainnya juga merembes pada kenaikan harga emping melinjo atau “keurupuk meulieng” di Bireuen. Pantauan media ini di Pasar Sabtu, Kota Juang, Senin (11/3/2024) harga per Kilogram tembus Rp 95.000,- untuk kerupuk kualitas nomor satu. Sementara untuk kualitas sedikit dibawahnya harga tidak kurang dari Rp 90.000,- per Kilogram.

Abdul Hakim, 28 tahun, salah seorang pedagang kelontong di Pasar Sabtu menyebutkan bahwa kenaikan harga “keurupuk meulieng” merupakan efek domino dari kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Disamping juga kebiasaan bulan Maret produksi melinjo berkurang.

“Sebelumnya kami menjual Rp 80.000,- per Kilogram untuk kualitas nomor satu” sebut pemuda yang berjualan di Toko “Cut Nyak Dhien” tersebut.

Ia juga menyampaikan walaupun harga meroket tapi permintaan “keurupuk meulieng” tetap normal. Pembelinya selain oleh ibu rumah tangga juga untuk warung-warung tertentu yang menyediakan “keurupuk meulieng” pengganti kue.

Fadhilah, salah seorang ibu rumah tangga yang ditanya media ini ketika sedang membeli kerupuk ini, menyebutkan keluarganya penikmat “keurupuk meulieng” sejak puluhan tahun.

“Walaupun harga mahal tetap beli juga” katanya tersenyum.

Pantauan media ini di beberapa titik pasar tradisional di Kabupaten Bireuen, suasana hari ini sangat ramai. Masyarakat bersiap menyambut Ramadhan yang jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024, besok. (MA)