- Oleh Feri Irawan, SSi, MPd*
KABARDAILY.COM | REPORTASE WARGA – Awal Februari 2024 lalu saya melakukan kunjungan industri ke PT. Panasonic Manufacturing Indonesia yang beralamat di Jl. Raya Bogor, km 29, Jakarta.
Begitu sampai di resepsionis kantor, dengan pelayanan yang sangat baik, membuat saya merasa nyaman dan merasa sangat dihargai.
Dengan seragam putih hitam, saya tampak akrab, semangat dan bergairah. Sama persis seperti motto SMK Bisa SMK Hebat.
Ini pertama kalinya saya ke perusahaan yang menggabungkan dua filosofi, yaitu filosofi “Pohon Pisang” dan “Air Mengalir”.
Sang pencetus filosofi Almarhum Thayeb Moh Gobel, pohon pisang adalah simbol yang paling tepat untuk menggambarkan peran dari sebuah perusahaan di tengah masyarakat. Tidak ada bagian dari pohon pisang yang tidak dapat digunakan; buahnya dapat dimakan, sementara daun dan bagian lainnya dapat dipakai untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Sifat dari pohon pisang yang dapat tumbuh dimana saja menjadikannya selalu tersedia dimanapun, dan regenerasinya pun sangat mudah. Hal inilah yang menurut almarhum merupakan refleksi terbaik dari sebuah perusahaan, dimana layaknya pohon pisang sebuah perusahaan hendaknya dapat sangat berguna bagi masyarakat.
Sementara, Konosuke Matsushita sang pencetus filosofi air mengalir, mengasumsikan bahwa air merupakan hal yang sangat krusial untuk kelangsungan hidup manusia. Seperti halnya air yang mengalir, produk elektronik pun seharusnya mudah tersedia dengan harga yang terjangkau untuk kebutuhan masyarakat banyak.
Sinergi dari kedua filosofi inilah yang membentuk produk-produk Panasonic yang berkualitas hingga saat ini. Layaknya air ia mengisi kebutuhan dari tempat terendah hingga atas, dan layaknya pohon pisang ia sangat berguna bagi masyarakat.
Sebagai kehormatan atas jasa pemikiran kedua tokoh ini yang telah membesarkan perusahaan ini, maka di pintu masuk kantor perusahaan ini di pajang foto kedua tokoh tersebut.
Sebenarnya, kunjungan ini bertujuan untuk melihat dan merasakan secara langsung tentang segala aktivitas dan manajemen yang ditetapkan di dunia industri, sehingga dapat mengambil pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga untuk saya implementasikan di sekolah.
Dalam kunjungan ini, saya menemukan bahwa PT Panasonic Manufacturing Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap “employee engagement”.
Mereka menerapkan berbagai kegiatan seperti upacara bendera, porseni, dan family gathering untuk memperkuat rasa persatuan, membangun teamwork, dan meningkatkan keterlibatan karyawan.
Selain itu, perusahaan ini menyediakan fasilitas pendukung employee engagement seperti pusat kebugaran, fasilitas rekreasi, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Praktik pengelolaan karyawan yang inklusif juga diimplementasikan, seperti general morning assembly, standing meeting, dan Bipartite Meeting dengan serikat pekerja. Hal ini membantu meningkatkan komunikasi, kesadaran kolektif, dan partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan.
Secara keseluruhan, PT Panasonic Manufacturing Indonesia telah berhasil menciptakan lingkungan kerja yang positif dan memotivasi dengan menerapkan employee engagement. Praktik-praktik ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan.
Setelah pertemuan formal kami dibawa kunjungan ke beberapa bagian produksi alat rumah tangga seperti; kulkas, mesin cuci, pendingin udara, setrika, dan audio lainnya.
Dialog pun berlangsung di sela-sela studi lapangan tersebut. Menjelang siang, kami pun mendapat jamuan makan siang dari Pak Wasis humasnya perusahaan. Ternyata, makan siang disini sangat teratur dan disiplin serta tidak ada perbedaan menu antara atasan dengan bawahan. Semuanya sama. Sama-sama antri. Sama-sama ambil sendiri. Tidak ada istilah atasan dan bawahan. Salut.
Menurut saya praktik-praktik inilah menurut saya perlu saya diimplementasikan di sekolah. Apalagi SMK itu mininya industri. Hal ini dikarenakan pembelajaran di SMK berbasis teaching factory.
Pastinya kemajuan PT. Panasonic diawali dari kemajuan karyawannya. Perusahaan yang hebat pasti berawal dari karyawan yang hebat. Demikian pula produk yang bagus pasti dimulai dari karyawan yang berkualitas. Begitu kira-kira filosofinya. Setuju ya bapak ibu?
Analog dengan sekolah, kemajuan sekolah harus dimulai dari kemajuan guru. Sekolah yang hebat pasti berawal dari guru yang hebat. Demikian pula prestasi siswa yang bagus pasti dimulai dari guru yang berkualitas. Sebab itu, variabel guru mesti diprioritaskan.
Adanya guru yang berkualitas dapat menunjang keberhasilan kegiatan belajar di sekolah. Pada hakekatnya guru yang berkualitas adalah guru yang memiliki kinerja yang baik dan keterikatan terhadap sekolah, serta memiliki dedikasi dan pengabdian.
Dalam bahasa lain, sosok guru seperti ini adalah guru yang memiliki “employe engagement”. Employe engagement adalah hal yang penting guru untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas pendidikan.
Employe engagement merupakan keadaan mental yang positif, memuaskan dan berhubungan dengan pekerjaan yang dicirikan dengan adanya kekuatan, dedikasi dan pengabdian
Dan yang tak kalah pentingnya kunjungan ini dapat terealisasinya penandatanganan MoU antara SMK saya dengan PT. Panasonic dan terwujudnya tata kelola berbasis industri dan mengangkat prestasi siswa dalam skala yang lebih luas.
Sementara, Pak Wasis perwakilan humas PT. Panasonic Manufacturing Indonesia memberikan apresiasi atas kunjungannya. Harapannya semoga dalam perjalanan dan silaturrahim di PT. Panasonic menyenangkan dan membawa kemajuan bagi SMK Aceh.
*Penulis adalah Kepala SMKN 1 Jeunieb Kab. Bireuen




















