Pakwa M, Pria Multi Talenta Yang Bersahaja

KABARDAILY.COM – Pria yang akrab dipanggil Pakwa M ini bukan orang “asing” di Kabupaten Bireuen. Kiprahnya sudah lebih dari 21 tahun sejak menjadi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bireuen periode 2003-2008. Setelah itu ia terpilih menjadi Komisioner Panitia Pengawas Pemilu 2009 dalam Fit & Proper Test di DPRK.

Tapi jelang dilantik, ia mengundurkan diri. Kepada media ini ia bercerita, mundur karena alasan “etika” karena saat yang sama ayahnya, Tgk Aminullah Amin, maju jadi Caleg, dan kemudian beliau terpilih jadi Anggota DPRK dari Partai Demokrat.

FB IMG 1707660730516

Setelah tidak lagi sebagai praktisi, ia masih terlibat dalam dunia Pemilu. Menjadi pengamat dan pemerhati Pemilu adalah pilihan realistis agar ilmu dan pengalamannya bisa bermanfaat untuk masyarakat. Ia aktif dalam diskusi-diskusi terkait politik dan Pemilu di Kabupaten Bireuen.

Sebagai profesional, lelaki bernama lengkap Mukhlis Aminullah ini bekerja sebagai Fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) sejak 2009 sampai program itu berakhir pada 31 Desember 2015. Lokasi tugas yang berpindah-pindah, dari Kabupaten Bireuen ke Aceh Selatan maupun ke Aceh Tengah menjadi nilai plus baginya, sehingga bisa “membangun” networking yang lebih luas.

Pasca lahirnya UU Desa tahun 2014, pendampingan desa dilakukan dengan konsep baru. Mukhlis Aminullah ikut seleksi kembali, dan terpilih sebagai Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) per 20 Januari 2016. Tugasnya membidangi Pelayanan Dasar, Kesehatan dan Pendidikan. Hal itulah yang kemudian ia sangat dikenal oleh para Kader Posyandu, Guru PAUD, Kader Pembangunan Manusia (KPM), aktivis literasi dan para tenaga kesehatan di semua lini, karena ia sangat rajin ke gampong-gampong.

Peningkatan derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat gampong merupakan cita-citanya. Tak terkecuali peningkatan insentif para pelaku di gampong seperti Bidan Desa (terutama yang masih magang), insentif Kader Posyandu, dan Kader lainnya. Karena tanpa kerja keras mereka, tentu akan menghambat pendampingan dan pelaporan. Posisi Tenaga Ahli P3MD ini masih dijalani sampai saat ini. Lokasi tugas di Aceh Tengah.

Pria yang juga penulis ribuan puisi ini juga dikenal sebagai organisatoris. Pernah memimpin LEPOEMAT, organisasi lokal. Ia juga Ketua Umum Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) Kabupaten Bireuen 2015-2018. Pernah jadi pengurus Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, pengurus KONI 2015-2018. Saat ini ia Ketua Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Kabupaten Bireuen, Sekretaris Umum Ikatan Alumni UNIKI (IKA UNIKI), pemegang mandat Ketua Lembaga Kordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Bireuen. Inisiator berbagai donor darah.

Pergaulannya luas. Ia dikenal oleh tokoh-tokoh level nasional dan daerah. Sangat dekat dengan Prof Dr Nazaruddin Sjamsuddin MA, mantan Ketua KPU RI. Dengan semua Bupati yang pernah memimpin Bireuen ia punya akses. Begitupun di kalangan legislatif.

Pada awal 2023 namanya mulai disebut dan didorong oleh beberapa kalangan agar bersedia dicalonkan sebagai Anggota Dewan. Setelah berbagai pertimbangan, ia memutuskan “maju” jadi Caleg DPRK dari PKS Dapil Bireuen III meliputi Kecamatan Gandapura, Makmur dan Kuta Blang. Adalah pertaruhan penting baginya. Ia bekerja keras agar terpilih. Namun, penentu adalah pemilih.

Melihat sepak terjangnya selama 21 tahun, pengalaman dan kemampuannya merupakan aset penting bagi Bireuen dan tidak ada salahnya, masyarakat 3 Kecamatan dari Dapil Bireuen III kali ini memberi kepercayaan kepada ayah 4 orang puteri ini agar bisa masuk parlemen periode 2024-2029. (Tim)