Tutup PKKMB 2026, Rektor ISBI Aceh Ingatkan Mahasiswa Baru Pentingnya Disiplin

KABARDAILY.COM – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh resmi menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (20/8/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya tiga hari masa pengenalan kampus yang berlangsung sejak 18 Agustus 2026 sekaligus menjadi awal perjalanan akademik mahasiswa baru di kampus seni dan budaya tersebut.

Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan serta sivitas akademika ISBI Aceh, di antaranya Rektor, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua Jurusan Seni Pertunjukan, Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain, para koordinator program studi, unsur Unit Penunjang Akademik, staf, serta mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Dalam sambutannya, Rektor ISBI Aceh mengapresiasi antusiasme dan partisipasi mahasiswa baru selama mengikuti seluruh rangkaian PKKMB. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi ruang awal pembentukan karakter dan tanggung jawab mahasiswa.

“PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenal kampus. Ini merupakan fondasi awal bagi mahasiswa untuk memahami nilai, budaya akademik, serta tanggung jawab yang melekat ketika menjadi bagian dari masyarakat perguruan tinggi,” ujar Rektor.

Ia mengingatkan mahasiswa baru agar sejak awal memahami dan menjadikan Tridarma Perguruan Tinggi sebagai pijakan selama menjalani pendidikan, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, serta kemajuan seni dan budaya.

“Mahasiswa ISBI Aceh harus tumbuh menjadi insan akademik yang tidak hanya terampil dalam bidang keilmuannya, tetapi juga peka terhadap persoalan masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian harus berjalan beriringan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor secara khusus menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai salah satu modal utama mencapai keberhasilan selama menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, kemampuan akademik akan sulit berkembang secara optimal apabila tidak disertai dengan kebiasaan disiplin dan rasa tanggung jawab.

“Disiplin adalah kunci utama keberhasilan seorang mahasiswa. Disiplin terhadap waktu, disiplin mengikuti perkuliahan, disiplin mengumpulkan tugas sesuai tenggat, disiplin menjalankan kegiatan kemahasiswaan, dan yang tidak kalah penting adalah disiplin terhadap target untuk menyelesaikan studi tepat waktu,” tegasnya.

Ia berharap kebiasaan tersebut mulai dibangun sejak semester pertama. Kedisiplinan yang dilakukan secara konsisten, lanjutnya, akan membentuk karakter mahasiswa sekaligus menjadi bekal ketika mereka kelak memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

“Mulailah dari hal-hal sederhana. Datang tepat waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai proses, dan memiliki target yang jelas. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menentukan keberhasilan besar di masa depan,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.

Rektor juga mengajak mahasiswa menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kreativitas, membangun jejaring, serta mengasah kemampuan di luar ruang kelas. Terlebih sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada seni dan budaya, mahasiswa ISBI Aceh diharapkan mampu melahirkan gagasan dan karya yang berakar pada kekayaan budaya sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan berakhirnya PKKMB Tahun Akademik 2026/2027, mahasiswa baru ISBI Aceh selanjutnya akan memasuki proses perkuliahan semester ganjil. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya rasa memiliki dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar ISBI Aceh, sekaligus menumbuhkan semangat untuk berprestasi, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan seni budaya Indonesia.