KABARDAILY.COM,NAGAN RAYA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh resmi menutup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2026.
Penutupan berlangsung di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (13/8/2026), setelah mahasiswa menjalani rangkaian pengabdian di sejumlah gampong sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kuala Pesisir, Darmansyah, S.ST., M.K.M., Kepala LPPM ISBI Aceh Saniman Andi Kafri, S.Sn., M.Sn., jajaran sekretaris dan koordinator pusat LPPM, dosen pembimbing lapangan, para keuchik, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Kepala LPPM ISBI Aceh, Saniman Andi Kafri, dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kampus secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, latar belakang ISBI Aceh sebagai perguruan tinggi seni dan budaya menjadi kekuatan tersendiri dalam merancang program pengabdian yang dekat dengan potensi masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir untuk menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan seni budaya yang mereka miliki harus mampu diterjemahkan menjadi program yang memberi manfaat dan meninggalkan kesan positif bagi gampong,” ujar Saniman Andi Kafri.
Ia mengatakan, berbagai program yang dijalankan mahasiswa selama KKN juga menjadi bagian dari upaya ISBI Aceh memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Pengabdian tersebut diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan seni, budaya, kreativitas, dan berbagai potensi lokal yang dimiliki masyarakat Kuala Pesisir.
Camat Kuala Pesisir, Darmansyah, mengapresiasi kehadiran mahasiswa ISBI Aceh yang selama masa KKN telah berbaur dan bekerja bersama masyarakat. Menurutnya, mahasiswa mampu membawa suasana baru sekaligus memberikan pengalaman positif kepada warga di gampong-gampong lokasi pengabdian.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Kuala Pesisir dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada ISBI Aceh. Kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi masyarakat kami. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya bermanfaat, tetapi juga membangun kedekatan antara mahasiswa dan warga,” kata Darmansyah.
Ia berharap hubungan yang telah terbangun selama pelaksanaan KKN tidak berakhir bersamaan dengan penutupan kegiatan. Kolaborasi antara ISBI Aceh dan Pemerintah Kecamatan Kuala Pesisir dinilai masih dapat terus dikembangkan, terutama untuk menggali potensi seni budaya dan kreativitas masyarakat.
Suasana kekeluargaan semakin terasa saat perwakilan keuchik dan ketua kelompok mahasiswa dari tiga lokasi KKN, yakni Gampong Lhok, Gampong Kuala Baroe, dan Gampong Padang Reubek, menyampaikan pesan dan kesan. Para keuchik mengapresiasi program kerja mahasiswa yang dinilai mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, sementara mahasiswa mengaku memperoleh banyak pembelajaran dari kehidupan sosial dan budaya warga setempat.
Salah seorang perwakilan mahasiswa mengatakan pengalaman KKN memberikan pemahaman bahwa pengabdian tidak hanya berbicara tentang pelaksanaan program kerja, tetapi juga tentang kemampuan membangun komunikasi, kebersamaan, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami datang membawa sejumlah program, tetapi justru pulang dengan jauh lebih banyak pelajaran. Masyarakat mengajarkan kami tentang kebersamaan, kekeluargaan, dan bagaimana ilmu yang kami miliki harus bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkap perwakilan mahasiswa.
Sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian, kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari ISBI Aceh kepada perwakilan pemerintah daerah dan dilanjutkan foto bersama.
Berakhirnya KKN Reguler 2026 di Kuala Pesisir diharapkan menjadi awal bagi keberlanjutan sinergi ISBI Aceh, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis seni dan budaya serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.




















