- Mutia Ulfa MPd, Kaprodi PIAUD STAI Nusantara Banda Aceh
ACEHGROUND.COM – Hari Raya Iduladha bukan hanya momentum ibadah bagi orang dewasa, tetapi juga menjadi ruang belajar spiritual yang sangat bermakna bagi anak usia dini.
Suara takbir yang berkumandang, kebersamaan keluarga menuju masjid, hingga proses penyembelihan hewan kurban menghadirkan pengalaman nyata yang dapat membentuk nilai religius dan sosial anak sejak dini.
Anak usia dini belajar melalui pengalaman langsung. Ketika mereka melihat orang tua berbagi daging kurban kepada tetangga dan masyarakat yang membutuhkan, anak mulai memahami arti kepedulian, keikhlasan, dan berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam pendidikan karakter Islami.
Selain itu, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dapat menjadi media pembelajaran yang sederhana namun mendalam. Anak dikenalkan pada nilai ketaatan kepada Allah, kesabaran, dan pengorbanan dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai tahap perkembangannya.
Di sinilah peran orang tua dan guru PAUD sangat penting untuk menghadirkan suasana Iduladha yang edukatif, menyenangkan, dan tidak menimbulkan ketakutan pada anak.
Momentum Iduladha seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana menanamkan pengalaman spiritual yang membekas pada anak usia dini.
Dari lantunan takbir hingga pembagian daging kurban, anak belajar bahwa agama bukan sekadar teori, melainkan nilai kehidupan yang dipraktikkan dalam kebersamaan dan kepedulian sosial.




















