IMKB Banda Aceh Silaturahmi dengan Bupati Bireuen, Bahas Halal Bihalal dan Program Sosial

KABARDAILY.COM –  Pengurus Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) Banda Aceh melaksanakan silaturahmi bersama Bupati Bireuen pada Selasa, 31 Maret 2026 di Kota Banda Aceh. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat perantau.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, hadir bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen Hanafiah, SP., CGCAE, Kepala Bappeda Dailami, S.Hut., M.Ling, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Muhajir Juli, serta rombongan lainnya.

Dari pihak IMKB Banda Aceh, pertemuan dipimpin oleh Sekretaris Umum IMKB Iskandar Ahmaruddin mewakili ketua umum, yang didampingi oleh Wakil Ketua Departemen Kesejahteraan Saiful Amri, S.Pd.I, Wakil Sekretaris Umum Mursal, S.Pd, dan Dhahlul Fikri Ummiyuddin, S Kep.,Ns serta Ketua Bidang Asrama Hamli Darni, S.Pd.AUD., M.Pd.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa poin penting menjadi fokus diskusi. Pertama, IMKB secara resmi mengundang Bupati Bireuen untuk menghadiri acara Halal Bihalal yang akan dilaksanakan pada Minggu, 5 April 2026 di Aula Museum Aceh, Banda Aceh.

Kedua, IMKB menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang telah membantu dalam persiapan kegiatan Halal Bihalal sehingga dapat berjalan secara optimal.

Ketiga, dibahas tindak lanjut program unggulan IMKB berupa optimalisasi rumah singgah bagi masyarakat Bireuen yang sedang menjalani pengobatan di Banda Aceh. Program ini telah memasuki tahun kedua dan diharapkan terus berkembang dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Keempat, pertemuan juga menyoroti pengelolaan operasional Asrama IMKB bagi mahasiswa asal Bireuen yang berada di Gampong Tibang, Banda Aceh, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan mahasiswa perantau.

Silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan IMKB Banda Aceh dalam mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan, khususnya bagi warga Bireuen di perantauan.