Pelantikan Pengurus Ormawa ISBI Aceh 2025–2026; Wujud Demokrasi dan Semangat Baru Mahasiswa

KABARDAILY.COM –  Suasana penuh semangat memenuhi Auditorium Gedung Utama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh pada Senin, 3 November 2025. Mahasiswa dari berbagai jurusan dan program studi berkumpul untuk mengikuti acara Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Periode 2025–2026, sebuah momen penting yang menandai dimulainya babak baru kepemimpinan mahasiswa di kampus seni budaya satu-satunya di Aceh ini.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ratri Candrasari, M.Pd., yang hadir mewakili Rektor ISBI Aceh. Turut hadir pula Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, Maisarah, S.Pd., M.A., Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain, Ichsan, M.Sn., Ketua Jurusan Seni Pertunjukan, Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn., Kasubbag Akademik Ammar Yasir, S.Pd., M.Si serta para dosen dan tenaga kependidikan sebagai pembina organisasi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr. Ratri Candrasari menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan pengalaman berorganisasi. Ia mengingatkan bahwa dunia organisasi bukan hanya ruang untuk menyalurkan minat, tetapi juga tempat membangun karakter, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

“Dalam berorganisasi, junjung tinggi integritas dan disiplin. Berkaryalah dan aktiflah di organisasi, namun jangan lupakan studi. Jangan menjadikan organisasi alasan memperlama masa studi, dan jangan pula kuliah dijadikan alasan untuk tidak berorganisasi. Sinergikan keduanya demi kemajuan bersama,” ujarnya dengan tegas.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari proses demokrasi yang berjalan dengan baik di lingkungan ISBI Aceh. Ia mengajak seluruh pengurus baru untuk menjadikan amanah ini sebagai ruang aktualisasi diri dalam mewujudkan kampus yang berkarakter dan berbudaya.

“Program kerja yang telah disusun hendaknya dijalankan dengan sepenuh hati, sesuai dengan ikrar yang telah diucapkan bersama. Mari kita membangun kampus yang berilmu, kreatif, dan mencetak insan berakhlakul karimah,” tambahnya.

Sebanyak 17 organisasi resmi dilantik dalam kesempatan tersebut. Pada tingkat institusi, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) kini dipimpin oleh Muhammad Rahul, sementara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dipimpin oleh Armanysah sebagai Presiden Mahasiswa.

Di tingkat jurusan, Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Pertunjukan (HMJSP) kini diketuai oleh Suhadi Putra, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain diketuai oleh Muhammad Uska Khalilullah.
Dalam tataran program studi, sejumlah Himapro turut dilantik yaitu Seni Karawitan dengan Kenarani Bahagie sebagai Ketua, Seni Tari dengan Shanty Ardilla sebagai Ketua, Seni Teater dengan Della Syafira sebagai Ketua, Bahasa Aceh dengan Melda Munawwarah sebagai Ketua, Kajian Sastra dan Budaya dengan Ilham Sabri sebagai Ketua, Kriya Seni dengan Ahmad Vaza At-Thariq sebagai Ketua, Seni Rupa Murni dengan Intat Putri Ayuni sebagai Ketua, Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan Muhammad Alif Lamlam Ha sebagai Ketua, dan Desain Interior dengan Farhan Helmi Putra sebagai Ketua.

Selain itu, jajaran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga resmi dilantik, meliputi UKM Keagamaan yang diketuai oleh Ine Salvani Renggali Sy, UKM Sport yang diketuai Frans Fawzy Luis Oskar, UKM Resimen Mahasiswa yang diketuai oleh Riska Amanda, serta UKM Kewirausahaan yang diketuai oleh Farel Edo Rifaldi Siagian.

Rangkaian kegiatan pelantikan ini akan berlanjut pada Selasa, 4 November 2025, dengan Rapat Kerja (Raker) yang membahas arah dan program kerja masing-masing Ormawa dan UKM untuk satu tahun ke depan. Agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi, memperjelas visi kegiatan, dan mempererat sinergi antara organisasi mahasiswa dengan lembaga kampus.

Bagi ISBI Aceh, pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga simbol tegaknya demokrasi, dan hidupnya kreativitas mahasiswa. Melalui organisasi, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan sosial, melatih tanggung jawab, serta mengembangkan potensi kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai seni budaya.