BANDA ACEH,KABARDAILY.COM – Proses penjaringan calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 resmi bergulir. Dari sejumlah nama akademisi yang mendaftar, salah satu figur yang menarik perhatian sivitas akademika adalah Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si., M.Sc., seorang ilmuwan sekaligus pemimpin berpengalaman yang telah lama berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan tata kelola universitas.
Prof. Iqbalsyah dikenal sebagai pakar biokimia dan bioteknologi dengan berbagai publikasi di jurnal internasional bereputasi yang turut memperkuat posisi USK dalam peta riset global. Kiprahnya di tingkat nasional juga terlihat melalui perannya sebagai Panitia Pusat LTMPT pada pelaksanaan SBMPTN, di mana ia berkontribusi menjaga proses seleksi mahasiswa baru agar berjalan transparan, akuntabel, dan berstandar nasional.
Dalam perjalanan karier kepemimpinannya, Prof. Iqbalsyah telah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan kampus, mulai dari Kepala Laboratorium, Ketua Jurusan, Wakil Dekan I, hingga menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK selama dua periode berturut-turut, 2015–2019 dan 2019–2023. Di bawah kepemimpinannya, FMIPA berhasil memperkuat reputasi akademik, meningkatkan akreditasi program studi, serta memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi.
Sebagai alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Prof. Iqbalsyah juga memiliki perspektif kepemimpinan strategis dan kebangsaan yang kuat. Pengalaman tersebut memperkaya pandangannya dalam mengelola universitas besar seperti USK yang kini tengah menapaki transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
“USK memiliki potensi luar biasa untuk tumbuh sebagai universitas riset berkelas dunia. Tantangan kita ke depan adalah memastikan inovasi pendidikan dan penelitian benar-benar memberikan dampak luas bagi masyarakat, dengan fondasi tata kelola yang kuat dan berkeadilan,” ujar Prof. Iqbalsyah.
Lebih lanjut, Prof. Iqbalsyah menegaskan kesiapannya untuk mengelola USK sebagai PTNBH. Menurutnya, transformasi ini menuntut kepemimpinan yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada hasil, dengan keseimbangan antara otonomi akademik dan tanggung jawab publik.
“PTNBH bukan sekadar perubahan status hukum, tetapi peluang besar untuk memperkuat otonomi akademik, mempercepat inovasi, serta mengoptimalkan daya saing universitas di tingkat global,” tambahnya.
Melalui pencalonannya sebagai Rektor, Prof. Iqbalsyah membawa visi:
“Mendorong inovasi pendidikan dan penelitian USK agar memberikan dampak yang lebih luas dengan fondasi yang kuat, melalui tata kelola yang berkeadilan dan pemanfaatan transformasi digital menuju universitas berkelas dunia.”
Rekam jejak kepemimpinan yang konsisten, integritas akademik yang tinggi, serta kemampuannya dalam mengelola organisasi kompleks menjadi modal penting bagi Prof. Iqbalsyah untuk memimpin USK menuju era baru universitas unggul, mandiri, dan berdaya saing global dalam kerangka PTNBH.




















