KABARDAILY.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu siswi SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Syarifah Ghania Syakil, yang berhasil terpilih sebagai peserta program pertukaran pelajar Indonesia Asia Kakehashi Project+ Students 2025. Program ini akan berlangsung selama enam bulan di Jepang, dimulai pada 21 Agustus 2025 lalu.
Kakehashi dalam bahasa Jepang berarti jembatan. Program ini diinisiasi sebagai bentuk jembatan persahabatan antarbudaya antara Jepang dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara AFS Intercultural Programs, Bina Antarbudaya, serta Pemerintah Jepang yang berkomitmen untuk mempererat hubungan antarbangsa melalui pendidikan, budaya, dan pengalaman lintas negara.
Keberhasilan Ghania bukanlah hal yang mudah. Ia harus melalui serangkaian seleksi yang ketat mulai dari penulisan esai, wawancara, hingga berbagai tes pendukung lainnya.
Proses seleksi ini dirancang untuk menjaring siswa-siswa terbaik Indonesia yang memiliki potensi akademik, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural.
Selama enam bulan di Jepang, Ghania akan tinggal bersama keluarga angkat dan bersekolah di salah satu SMA di sana. Hal ini akan memberinya pengalaman langsung dalam memahami sistem pendidikan Jepang, sekaligus membangun jejaring internasional dengan pelajar dari berbagai negara.
“Saya sangat bersyukur dan bangga dapat menjadi bagian dari program ini. Saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia di Jepang sekaligus belajar banyak hal baru yang nantinya bisa saya bagikan kepada teman-teman di sekolah dan lingkungan saya,” ungkap Syarifah Ghania Syakil.
Selain kegiatan budaya, peserta program ini juga mendapat pengetahuan mengenai inovasi dan teknologi Jepang. Hal ini memberikan inspirasi tersendiri bagi peserta dalam merencanakan masa depan mereka.
Kepala SMAN 10 Fajar Harapan, Dr. Anwar, S.Pd., M.Ed., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas pencapaian siswinya. “Terpilihnya Syarifah Ghania Syakil dalam program ini adalah bukti nyata bahwa siswa SMAN 10 Fajar Harapan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap Ghania dapat menjadi duta muda yang memperkenalkan budaya Indonesia, sekaligus menyerap pengalaman berharga dari Jepang untuk kemudian dibagikan kepada teman-teman dan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Guru pembimbing, Eridafithri, S.Pd., M.A (TESOL) menambahkan bahwa program ini tidak hanya menjadi ajang belajar di luar negeri, tetapi juga memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan soft skills seperti kemandirian, kepemimpinan, komunikasi antarbudaya, serta kemampuan bahasa asing.
“Program ini adalah investasi berharga untuk masa depan, karena para peserta akan kembali dengan perspektif global dan semangat kolaborasi internasional,” tutur beliau.
Keberangkatan Ghania bersama 10 siswa Indonesia lainnya disambut hangat oleh Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada 4 Agustus 2025 lalu, dalam kegiatan Courtesy Call bersama perwakilan Kedutaan, Mr. Hoshino Daisuke dari Information and Cultural Section.
Program Asia Kakehashi Project+ diharapkan memberi dampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi komunitas ketika mereka kembali. Para siswa yang lulus dari program ini juga akan bergabung dengan jaringan alumni Kakehashi yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki kesempatan mengikuti kegiatan lanjutan.
Para alumni program ini diharapkan menjadi agen perubahan dengan membawa inspirasi baru, inovasi dalam metode pembelajaran, serta mempererat hubungan Indonesia–Jepang di masa yang akan datang.
Dengan semangat membawa nama baik sekolah, daerah, dan Indonesia, SMAN 10 Fajar Harapan berharap program ini akan semakin membuka jalan bagi generasi muda Aceh untuk berkiprah di dunia internasional. (*)




















