JANTHO,KABARDAILY.COM – Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang terdiri dari lintas jurusan sukses menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2025 di Gampong Ie Seu Um, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, yang berlangsung sejak 10 Juli hingga 11 Agustus 2025.
Mengusung tema “Melalui Seni dan Budaya Mengabdi untuk Masyarakat”, mahasiswa dari Program Studi DKV, Seni Rupa Murni, Kriya Seni, Seni Tari, dan Karawitan ini menghadirkan beragam program kreatif yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
Gampong yang dikelilingi perbukitan ini memiliki keterbatasan sinyal komunikasi. Namun kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi mahasiswa untuk lebih intens berinteraksi dengan warga.
Mereka berbaur dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus menciptakan karya dan kegiatan yang bernilai edukatif, kultural, dan ekonomis.
Selama pengabdian, mahasiswa berhasil merevitalisasi sanggar gampong dengan pelatihan tari dan pementasan, membuat sistem grafis lingkungan untuk destinasi Taman Wisata Ie Seu Um, serta menghadirkan mural di Gedung PKK.
Tidak hanya itu, mereka juga menjalankan program tambahan berupa pelatihan anyaman, vokal grup, seni rupa, kerajinan daur ulang dan DIY, kegiatan edukatif-religius, hingga perbaikan plang sekolah.
“Kami sangat bersyukur diterima dengan tangan terbuka dan diberi ruang luas untuk berkreasi. Harapan kami, ilmu dan karya yang ditinggalkan dapat terus berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Umar Ben, Ketua Kelompok KKN ISBI Aceh.
Geuchiek Gampong Ie Seu Um, Afitrullah, Amd. Kep., menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa ISBI Aceh. Menurutnya, karya mahasiswa membawa nilai tambah nyata bagi gampong.
“Bahkan rombongan Direktur PT. Telkomsel dari Jakarta, Sumut, dan Aceh yang berkunjung sangat mengapresiasi papan informasi wisata buatan mahasiswa sebagai inovasi yang memperkaya destinasi kami,” jelasnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, M. Hamzah, M.Sn., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam KKN ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan solusi kreatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami berharap masyarakat dapat melanjutkan program-program ini secara mandiri, sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ISBI Aceh, Saniman Andi Kafri, M.Sn., menyatakan KKN ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya merupakan instrumen pemberdayaan yang efektif.
“ISBI Aceh berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa agar menjadikan seni sebagai medium transformasi sosial. Kegiatan di Ie Seu Um ini adalah teladan bahwa keterbatasan justru bisa memicu kreativitas dan memperkuat ikatan antara kampus dan masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran mahasiswa ISBI Aceh di Ie Seu Um menunjukkan bagaimana pengabdian berbasis seni-budaya mampu menjembatani perbedaan dan melahirkan sinergi baru. KKN ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang terbatas tidak menghalangi semangat kolaborasi, melainkan menjadi katalis kreativitas yang menyatukan mahasiswa dan masyarakat dalam pengabdian yang autentik dan bermakna.




















