PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) DI INSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA ( ISBI) ACEH TAHUN 2025

  • Penulis – Bambang Hartono, Mahasiswa ISBI Aceh , Angkatan 2022, Mahasiswa Baru ISBI Aceh M. Rikal Qamara

KABARDAILY.COM –  Pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) yaitu program orientasi yang diselenggarakan oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia salah satunya di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, untuk mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan, sistem, pembelajaran, dan budaya akademik di pergruan tinggi.

Ada salah satu mahasiswa baru di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dimana dia adalah seorang “TULI” ia menggungkapkan pengalamannya saat, Pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) .

Hari pertama PKKMB, ucap M. Rikal Qamara saya berangkat dengan semangat dan katanya kegiatan ini seru dan penuh pengalaman baru. Saya membawa Juru Bahasa Isyarat (JBI) pribadi, seseorang yang menerjemahkan ucapan lisan ke dalam bahasa isyarat.

Saya tidak sendiri, ada juga Raihan mahasiswa baru dari prodi Kriya Seni yang sama-sama Tuli seperti saya.

Berkat kehadiran JBI, kami berdua bisa memahami apa yang disampaikan oleh rektor, Prof. Dr. Wildan, M.Pd. materi dari pemateri, hingga ikut bermain game dengan teman-teman baru. Rasanya nyaman sekali, seolah-olah tidak ada lagi sekat antara kami yang tuli dan yang lain.

Hari kedua, saya tidak hadir karena ada acara di Banda Aceh. Raihan tetap ikut PKKMB, tapi kali ini tanpa JBI. Dari cerita Raihan, ia sempat senang saat masuk karena suasana meriah. Namun, ketika ada penggumuman dan permainan, ia tidak bisa mengikuti dengan baik. Tanpa JBI, informasi terputus. Hari itu terasa berat baginya. Ucap Raihan kepada Rikal

Hari ketiga, saya kembali hadir dengan membawa akses JBI. Sama seperti hari pertama, suasana terasa hidup. Kami bisa tertawa bersama, ikut bermain, dan memahami materi. Saya benar-benar merasakan bahwa disabilitas bukan karena ketidakmampuan, tapi karena tidak adanya akses. Saat ada akses, kami sama seperti mahasiswa lain. Ucap Rikal
Namun, setelah PPKMB berakhir dan perkuliahan pertama dimulai, kenyataan lain muncul. Saya datang ke kelas tanpa JBI, karena tidak sanggup membayar biaya pribadi lagi.

Kampus juga belum memiliki sistem inklusif yang menyediakan JBI. Di ruang kelas, saya hanya bisa terdiam, kebingungan, berusaha menangkap sedikit demi sedikit dari ekspresi dosen dan teman-teman. Hari itu saya sadar perjalanan ini tidak akan mudah. Tapi saya juga percaya, dengan usaha dan keberanian, suatu saat kampus ISBI ACEH ini akan benar-benar ramah untuk semua, termasuk bagi kami yang Tuli. Ucap Rikal

Disini kami menyimpulkan bahwasanya orang yang masuk perkuliahan itu bukan hanya untuk orang yang normal untuk orang tuli seperti Rikal dan Raihan juga bisa, karena mereka punya keingginan.

Rektor ISBI Aceh Prof. Dr. Wildan, M.Pd. juga mendukung mereka untuk terus berkembang tidak hanya mereka berdua tetapi semua mahasiswa khususnya mahasiswa ISBI ACEH ini.