Dosen ISBI Aceh Jadi Juri Hari Anak Nasional di Aceh Besar

JANTHO,KABARDAILY.COM  –  Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh kembali menunjukkan perannya dalam penguatan seni dan budaya di tingkat daerah. Kali ini, dosen ISBI Aceh dipercaya menjadi dewan juri dalam lomba mewarnai dan lomba Ayah Bercerita yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Aceh Besar (7/8). Kegiatan ini berlangsung meriah di kompleks Dekranas Aceh Besar dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kecamatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Aceh Besar Rita Mayasari, yang menegaskan pentingnya menumbuhkan kreativitas dan semangat literasi sejak usia dini. “Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tapi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi, serta momen bagi para ayah untuk menegaskan peran pengasuhan dalam keluarga,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Tiga kategori lomba digelar dalam kegiatan ini antara lain lomba mewarnai untuk anak-anak PAUD, lomba menyambung ayat dalam surah-surah pendek Alquran, serta lomba Ayah Bercerita yang diikuti oleh para ayah dari berbagai gampong di Aceh Besar. Ketiga lomba ini dirancang untuk membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tua, sekaligus mengasah aspek seni, spiritualitas, dan komunikasi keluarga.

ISBI Aceh, sebagai institusi pendidikan tinggi seni, menghadirkan enam dosen sebagai dewan juri, Ichsan, M.Sn., Saniman Andi Kadri, M.Sn., Yulfa Haris, M.Sn., Achmad Zaki, M.A., Muhammad Tahir, M.A., dan Teuku Muhammad Husni, M.Pd. Seluruhnya memiliki latar belakang keilmuan di bidang seni pertunjukan, seni rupa, pendidikan seni, hingga komunikasi budaya.

Ichsan, salah satu juri yang juga dosen ISBI Aceh, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh panitia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. “Sudah sepatutnya kita saling memperkuat kerja sama lintas sektor. ISBI Aceh akan selalu siap mendukung kegiatan yang mendorong lahirnya generasi kreatif dan berbudaya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Achmad Zaki, selaku Humas ISBI Aceh. Ia menilai acara ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama. “Melihat antusiasme peserta dan keragaman kreativitas yang ditampilkan, kami berharap acara seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang,” tuturnya.

Lomba mewarnai menjadi salah satu favorit dengan jumlah peserta terbanyak. Anak-anak dengan semangat tinggi memadukan warna dalam kertas gambar, sementara di panggung utama para ayah tampil membacakan cerita dengan ekspresi penuh makna, menciptakan suasana haru sekaligus hangat. Di saat bersamaan, lomba menyambung ayat pendek menghadirkan suasana khidmat dan religius.

Partisipasi aktif dari para orang tua, khususnya ayah, menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan ini. Banyak peserta mengaku, ini adalah pertama kalinya mereka tampil di depan umum bersama anak-anak dalam kegiatan edukatif. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional yang mengedepankan partisipasi keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Di penghujung acara, Bupati Aceh Besar, Syeh Muharram, hadir memberikan penghargaan kepada para pemenang dan peserta. Dalam paparan singkat, ia menyampaikan rasa bangga atas semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak dan para ayah. “Kita ingin Aceh Besar tumbuh sebagai daerah yang ramah anak, dengan ekosistem keluarga yang mendukung tumbuhnya karakter, seni, dan akhlak mulia,” kata Bupati.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya bukan hanya milik panggung dan galeri, melainkan hadir dalam keseharian, di tengah keluarga dan masyarakat. ISBI Aceh, dengan dedikasinya, terus menjalin sinergi membangun masa depan anak-anak Aceh melalui jalur seni yang inklusif dan membumi.