KABARDAILY.COM – Dua mahasiswa dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh terpilih mewakili kampus seni budaya satu-satunya di Sumatera dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2025.
Kegiatan nasional ini digelar di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene, dan Kepulauan Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, dan akan berlangsung hingga 30 Juli 2025.
Dua mahasiswa yang mewakili ISBI Aceh adalah Mistahul Nisa dari Prodi Seni Tari, Jurusan Seni Pertunjukan, dan Radila dari Prodi Kriya Seni, Jurusan Seni Rupa dan Desain. Keduanya bergabung bersama ratusan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Tahun ini, KKN Kebangsaan mengangkat tema “Wisata Budaya Warisan Dunia sebagai Aksi Kebangsaan: Kampus Berdampak dan Mengabdi untuk Negeri.” Wilayah Geopark Maros-Pangkep, tempat pelaksanaan kegiatan ini, telah resmi ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark sejak 2022, menjadikannya lokasi strategis dalam penguatan nilai-nilai budaya, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., menyambut baik keikutsertaan dua mahasiswi ISBI Aceh.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa ISBI Aceh untuk membangun jejaring kolaboratif lintas daerah dan memperluas pengalaman dalam konteks kebangsaan. Seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun bangsa, dan keterlibatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi tersebut,” ujarnya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISBI Aceh, Saniman Andi Kafri, M.Sn. Ia menyatakan bahwa LPPM terus berkomitmen memfasilitasi perkembangan riset dan pengabdian.
“LPPM selalu mengupayakan yang terbaik bagi perkembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keikutsertaan mahasiswa ISBI Aceh dalam KKN Kebangsaan menjadi bagian dari proses itu,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan kelembagaan, kedua mahasiswa diantarkan langsung ke lokasi KKN oleh Koordinator Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ISBI Aceh, Muhammad Ghifari, M.Sn.
“Ini merupakan bentuk nyata dukungan kita terhadap pengembangan kapasitas dan semangat kontribusi mahasiswa ISBI Aceh,” tuturnya.
Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain, Ichsan, M.Sn., mengungkapkan rasa bangga atas partisipasi Radila dalam program ini. “Mahasiswa seni, termasuk bidang kriya, harus mampu beradaptasi dan berinovasi dalam pengabdian kepada masyarakat. KKN Kebangsaan memberikan ruang itu secara nyata,” katanya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Seni Pertunjukan, Dr. Angga Eka Karina, M.Sn., menambahkan bahwa keikutsertaan Mistahul Nisa menjadi representasi penting dari fungsi seni pertunjukan dalam membangun komunikasi sosial.
“Seni tari tak hanya tampil di panggung, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai medium ekspresi, identitas, dan solusi sosial,” jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Mistahul Nisa menyampaikan pengalaman dan harapannya. “Bagi saya pribadi, ini adalah laboratorium kebangsaan. Di sinilah mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul, saling belajar, saling menyesuaikan, dan bekerja untuk masyarakat. Saya merasa bangga bisa mewakili ISBI Aceh di forum sebesar ini”, tutupnya.




















