Wanita Persatuan Pembangunan Aceh mengadakan Pelatihan Politik Perempuan & Publik speaking dengan tema “[mengoptimalkan peran politik perempuan

KABARDAILY.COM – Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program yg dirancang dalam kegiatan MUSWIL WPP Aceh dan juga diamanatkan dalam Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga wanita persatuan pembangunan,

Bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi perempuan dalam berpolitik secara aktif dan konstruktif.
Adapun kegiatan yg rencana awal kita adakan dgn peserta 23 kab kota mengingat kpndisi yg tdak memungkinkan. saudara2 kita yg wilayah timur tdak bisa untuk menghadiri acara pada hari ini, maka kami merencanakan kegiatan seperti ini kita bagi 2 zona, yaitu zona 1 pesertanya wilayah barat sebanyak 25 orang peserta yg daerahnya tdak begitu berdampak dgn musibah banjir yg melanda sebagian Aceh beberapa hari yg lalu ujar ketua Wanita Persatuan Pembangunan Aceh ibu Fauziah Azis.

Kegiatan dan pelatihan pelatihan seperti ini sangat penting untuk mendukung keberlangsungan partai politik ppp kedepan, wpp adalah organisasi badan otonam, salah satu sayap partai ppp,karna otonom maka akan diberi otomami khusus yang seluas luasnya dan sebesar besarnya, mengingat perwakilan perempuan diparlement sangat sedikit, kedepan jangan hanya memenuhi regulasi persyaratan perundang undangan kuota 30 persen perempuan yg mengisi parlement

Tadinya saya sarankan kegiatan ini di tunda karna kegiatan ini bersifat gembira dan ceria, walaupun kegiatan ini Kegiatan yg sangat penting dilaksanakan, tapi disaat saya tanya pada ketua WPP Aceh ibu fauziah Azis, ini kegiatan yang direncanakan sudah lama dan sdah fix dengan persiapan juga tidak mungkin dibatalkan, kegiatan yg semestinya ceria dan penuh semangat dalam hal saya titip pesan untuk tidak dengan suasana gembira tidak ada yeyel dan semacamnya.

karna kita sedang dalam keadaan berkabung menghadapi musibah banjir, mari kita berempati juga merasakan kejadian yg menimpa saudara – saudara kita di daerah yg berdampak bencana banjir dan longsor ujar ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Aceh Dr H. Amiruddin idris SE M.S

Usai pembukaan acara ini saya mohon izin kembali ke turun ke lapangan, tidak bisa bersama disini saya akan melanjutkan mengantar bantuan ke daerah yang belum terjangkau saat beliau turun beberapa hari yg lalu, beliau mendapatkan berita bahwa ada daerah yg belum terjamah dan banyak warga yg sudah tidak ada stok logistik juga mengunjungi pasantren- pasantren didaerah pedalamman yg berdampak banjir dan terisolir dikarenakan tdak bisa di lalui dengan mobil, sangat memprihatinkan dengan komunikasi putus tidak adanya akses internet jelasnua dengan suara gemetar, yang semestinya bisa kita bantu melalui bantuan lewat m-banking, tapi sayangnya mereka tidak bisa mengakses ATM dan juga tidak ada bahan makanan yang biaa dibeli maka dari itu kami berinisiatif mengantarkan logistik ke tempat tersebut ujar ketua DWPW PPP Aceh bapak Amiriddin Idris.

Untuk kegiatan ini Kami menghadirkan dua [2] narasumber ahli di bidang politik yaitu Tgk Faisal Amin dan public speaking oleh Dosi Elfian, S,Hi., CPS., CPB. Seluruh biaya pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari dewan pimpinan wilayah partai persatuan dan pembangunan Aceh ujar bukfau dalam laporan panita,

Acara ini terselenggara dengan tujuan utama untuk mendorong dan membangkitkan kesadaran politik kaum perempuan, serta meningkatkan kapasitas dan memperluas cakupan pendidikan politik bagi perempuan potensial di daerah masing masing. Kami berharap melalui pelatihan ini, partisipasi perempuan dalam proses demokrasi dapat meningkat, baik sebagai pemilih yang cerdas maupun sebagai calon pemimpin di masa depan terangnya.

Dalam sambutannya ketua WPP Aceh mengatakan, Kita hidup di era di mana peran perempuan dalam kancah politik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan esensial untuk mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berkualitas. Data menunjukkan bahwa partisipasi aktif perempuan dalam pengambilan keputusan menghasilkan kebijakan yang lebih adil dan holistik, yang mencakup perspektif dari separuh populasi perempuan itu sendiri.

Namun, kita juga menyadari adanya tantangan nyata, mulai dari hambatan struktural hingga bias budaya, yang seringkali menghalangi potensi penuh para perempuan pemimpin.
Pelatihan ini hadir sebagai jembatan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Selama pelatihan ini, peserta akan dibekali dengan pengetahuan mendalam mengenai ;
bagaimana kita dalam berpolitik, strategi dalam komunikasi publik, dan manajemen organisasi. Lebih dari sekadar teori, pelatihan ini dirancang untuk mengasah keterampilan praktis Anda, membangun jaringan, dan yang terpenting, menumbuhkan kepercayaan diri bahwa layak dan mampu berada di garis depan kepemimpinan terangnya.

Kepada para peserta, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Bertanyalah, berdiskusilah, dan bangunlah koneksi yang kuat. Anda semua adalah agen perubahan di komunitas daerah Anda masing-masing.

Diakhiri sambutannya mengatakan, kita juga ikut prihatin dan berlangsungkawa atas musibah banjir yg menimpa saudara – saudara kita di 18 kabupaten kota di aceh yg telah merenggut banyak jiwa dan harta benda, kita mendoakan kepada yang telah meninggal dunia dlm musibah ini diberikan pahala syahid dan bagi yg hilang harta benda dan keluarga diberi kesabaran dalam musibah ini. Dan kita berdoa semoga musibah ini segera berakhir.
Dalam kesempatan ini WPP Aceh juga membuka open donasi untuk saudara saudara kita yg berdampak musibah banjir.
Untuk mendoakan mareka yg telah meninggal dunia, buk Fau juga mengajak semua undangan dan peserta mengirimkàn doa dengan membaca ummul quran, al fatihah.

Kegiatan ini ditutup oleh sekretaris DPW PPP Aceh Bapak H. Illimiza Sa’aduddin Djamal, MBA
beliau mengatakan perempuan kedepan tdak lagi menjadi menutupi kebutuhan secara Administrasi, semoga kedepan bisa mengulang kembali kejayaan PPP dalam hal penempatan no urut dan terpilihnya caleg – caleg yg bisa menduduki di kursi parlemen di semua tingkatan, sejarah ppp dimasa dulu satu satunya partai yg bisa menghantarkan perempuan ke parlemen tingkat nasional dan atau yang duduk di kusri DPR RI dari Aceh hanya partai persatuan pembangunan, semoga dengan pelatihan ini bisa terisi penuh 30 persen kuota perempuan dari ppp di parlemen, kepada peserta diminta bisa menerapkan ilmu yang didapat hari ini untuk daerah masing dan bisa melaksanakan kegiatan semacam ini.