KABARDAILY.COM – Satu tahun sudah Suluh cahaya itu padam, namun percik sinarnya tetap menyala di hati umat. Tepat 25 Agustus 2025 lalu baru saja diperingati sebagai HAUL (peringatan genap Satu Tahun) atas wafatnya Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa dengan Tu Sop Jeunib
Haul bukanlah sekedar peringatan seremonial melainkan usaha mengawal spirit dan nilai perjuangan yang ada
Sederet acara digelar di Dayah Babus salam Al Aziziyah diantaranya pembacaan Tahlil, Shamadiah dan pembacaan Manaqib (biografi)
Turut menjadi pembicara dalam pembacaan Manaqib; Abi Nurdin Judon (Abi Nas Jeunieb), Prof. Syamsul Rijal, M.Ag (akademisi UIN Ar-Raniry) dan Master Lailan Fajri Saidina (Praktisi Pengembangan Diri) dengan moderator Tgk. Dr. M. Rizwan Haji Ali, Μ.Α
Dalam kesempatan itu, Prof. Syamsul Rizal menceritakan Kebersamaan beliau bersama Tu Sop selama menuntut ilmu di dayah, ujarnya Tusop adalah sosok yang disiplin juga bersemangat hingga sudah terlihat benih-benih leadership di dalam diri beliau sejak masih di Dayah
Sementara itu Tgk. Rizwan selaku moderator mengenang Ayah sebagai sosok yang peduli dan sangat menjaga nama baik komunitas dayah, juga sosok yang suka memudahkan hal-hal yang sukar dipahami menjadi mudah dipahami
Master Lailan, selalu pembicara kedua menyebut sosok Ayah Sop sebagai sosok yang kaya dengan gagasan besar, bahkan ujarnya gagasan beliau melebihi gagasan yang ia dapat dari trainer berbayar yang pernah ia ikuti, Allahyarham Ayah Sop juga dipuji sebagai sosok yg begitu terbuka dengan ide dan gagasan hingga kemudian buah dari keterbukaan tersebut lahirlah program Training Kader Dakwah (TKD)
Sementara Abi nas, menyebut ayah sebagai sosok pengkader yang juga mampu dan mau bersahabat dengan siapa saja
Ayah Sop sosok Ulama Muda Aceh yang patut menjadi inspirasi perjuangan. Kepergiannya dalam Medan perjuangan haruslah menjadi spirit bagi generasi muda terlebih kalangan Dayah sendiri yang merupakan background dari Allahyarham
Terakhir kata-kata beliau ini :
“Tidak ada kebaikan tanpa perbaikan tidak ada perbaikan tanpa pendidikan
Bukan pendidikan apabila tidak melahirkan kebaikan”
“Jika Agama Tidak Hadir Memperbaiki Politik, Maka Politik nt Akan Menparkuat gama dan Masa Fitnah Besar Bagi Agama dan Depan Bangsa!”
Patut menjadi suplemen bagi kawula muda untuk terus melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat menuntut ilmu, menebar kebaikan dan ikut dalam usaha-usaha perbaikan ke-ummatan
*Dr. Muhammad Ihsan, M.Ag (ISAD Kota Langsa/LDNU Kota Langsa)




















