Tim UPA TIK ISBI Aceh Ikuti Bimtek Pengelolaan Server dan Jaringan di Tengah Ancaman Siber yang Kian Kompleks

KABARDAILY.COM –  Di tengah meningkatnya serangan siber yang kian kompleks dan tak terduga, Tim Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) ISBI Aceh mengambil langkah sigap dengan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Server dan Jaringan. Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan institusi dalam menghadapi serangan cyber threats seperti DDoS (Distributed Denial of Service), malware, hingga potensi kebocoran data.

Bimtek yang dilaksanakan selama 7 hari ini menghadirkan para pakar jaringan dan keamanan siber dari tim profesional. Materi yang disampaikan mencakup konfigurasi server yang aman, teknik mitigasi serangan, penguatan sistem autentikasi, hingga pengelolaan firewall dan sistem pemantauan terpusat (network monitoring system).

Kepala UPA TIK ISBI Aceh, Mauli Fajri, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan kompetensi tim, mengingat serangan siber terhadap sektor pendidikan kerap meningkat, terutama pada sistem digital yang memuat data sensitif mahasiswa dan dosen.

“Bimtek ini bukan hanya soal teknis semata, tetapi tentang membangun fondasi keamanan digital yang kuat. Saat ini, serangan tidak lagi bersifat acak. Kampus menjadi target karena banyaknya data penting yang tersimpan. Maka, kesiapan sumber daya manusia adalah kunci utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui bimtek ini, tim tidak hanya belajar cara menangani insiden saat terjadi, tetapi juga bagaimana mencegahnya sejak dini, membangun sistem redundansi, serta memperkuat prosedur backup ke server lokal dan cloud.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan sistem yang berjalan. Harus ada deteksi dini, respon cepat, dan kemampuan pemulihan yang baik. Bimtek ini memberi semua itu — teori, praktik, dan simulasi langsung,” tambahnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bertukar pengalaman antar institusi peserta, memperluas jaringan kerja, serta membuka peluang kolaborasi teknis di masa mendatang.

Dalam era digitalisasi pendidikan yang semakin cepat, ISBI Aceh menilai bahwa penguatan sektor TIK bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama. Infrastruktur yang andal dan aman adalah fondasi utama bagi layanan digital kampus, mulai dari sistem akademik, e-learning, hingga layanan kepegawaian.

Dengan mengikuti bimtek ini, Tim UPA TIK ISBI Aceh menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan keberlanjutan sistem teknologi informasi di lingkungan kampus.

“Keamanan siber adalah tanggung jawab bersama, dan UPA TIK siap berada di garda terdepan,” tutup Mauli Fajri dengan penuh optimisme.