KABARDAILY.COM,BANDA ACEH – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh bersiap melakukan transformasi besar dalam dunia pendidikan tinggi Islam di Aceh.
Kampus berbasis dayah dan pesantren tersebut menargetkan perubahan status kelembagaan menjadi Institut Agama Islam Nusantara (IAIN) Banda Aceh paling cepat akhir Tahun 2026 ini atau Tahun 2027 mendatang.
Hal itu ditegaskan kembali oleh Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro yang juga selaku Pembina STAI Nusantara Banda Ace, Dr. Jamaluddin Thaib, MA pada acara pengukuhan Ketua Prodi Hukum Tata Negara (HTN), Rabu 20 Mai 2026 di kampus tersebut.
Menurut Tgk Jamaluddin perubahan status menjadi IAIN Banda Aceh akan memperluas cakupan akademik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kontribusi kampus terhadap pengembangan ilmu-ilmu keislaman di Aceh.
Saat ini, STAI Nusantara Banda Aceh telah membuka berbagai program studi seperti Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Hukum Tata Negara, hingga Program Magister Studi Islam.
“Selain itu, kampus yang berdiri sejak tahun 2002 ini dikenal sebagai perguruan tinggi Islam berbasis dayah pertama di Banda Aceh yang mengintegrasikan sistem pendidikan akademik dan pesantren. Konsep “kampus terpadu” menjadi ciri khas dalam membina mahasiswa agar memiliki kompetensi akademik, spiritual, dan keterampilan praktis secara bersamaan, “tutupnya.
Sementara itu Ketua STAI Nusantara Banda Aceh, Dr Dicky Wirianto mengatakan Transformasi menuju IAIN Banda Aceh juga dinilai akan membuka peluang kerja sama lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Bahkan, pihak kampus menyebutkan bahwa beberapa alumni telah dipersiapkan untuk berkarier di luar negeri, “katanya.
“Masyarakat Aceh menyambut positif rencana perubahan tersebut. Kehadiran IAIN Banda Aceh diharapkan mampu memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat pendidikan Islam modern di wilayah barat Indonesia serta menjadi motor pengembangan intelektual Islam yang moderat, inovatif, dan berbasis nilai-nilai keacehan, “pungkas Dicky.[*]




















