fbpx

Siswa SMAN 7 Banda Aceh Sabet Medali Emas, Perak dan Spesial Award di Ajang WYIE Internasional

KABARDAILY.COM  – Siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh berhasil merebut medali enas, perak dan spesial award dari Negara Vietnam pada ajang World Young Inventors Exhibiton (WYIEl) event internasional.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Malaysian Invention And Design Society (MINDS) dengan President of WYIE, Tan Sri Datuk Dr Agustine Ong Soon Hock di KLCC Malaysia, 16-18 Mai 2024 secara luring.

Kegiatan tersebut diikuti 15 negara, diantaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Australia, Vietnam, India, USA, Canada, Taiwan, China, Korea Selatan, UAE, dan negara lainnya dengan 700 peserta dan 5.293 pengunjung dari 57 negara.

Karya inovatif ini dibagi dalam 3 kategori lomba masing-masing, World Young Investors Exhibition, Asian Young Investors Exhibition dan Malaysian Young Investors Exhibition.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Martunis ST DEA dalam hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Bidang Pembinaan SMA/PKLK, Syarwan Joni MPd pada Kamis (23/5) mengatakan, sangat bangga dan terharu atas prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh dengan meraih emas, perak dan spesial award di Malaysia.

“Saya merasa bangga dan terharu karena siswa kita bisa membuktikan dan mampu bersaing di tingkat internasional, apalagi dapat meraih medali emas dan perak,” kata Syarwan.

Dikatakannya, atas nama Dinas Pendidikan Aceh, ia mengucapkan selamat kepada siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh yang mampu meraih medali emas, perak dan spesial award di event internasional, dan mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah serta guru pembimbingnya.

Kepala SMA Negeri 7 Banda Aceh, Dr Erlawana MPd yang ikut mendampingi di Malayasia menjelaskan, sekolahnya menurunkan empat tim yakni, tim pertama diketuai Zahratul Dwi Safira, beranggotakan Muhammad Alhafizh, Muhammad Aizhiel, Bunga Naila Afra, Syifa Zhahirah, Karina Makhvira dan Muhammad Iqrar Azizi.

“Kelompok pertama ini mengangkat judul, Effectiveness Anti-Dandruff Shampoo Formulation from Combination of Gotu Kola (Centella Asiatica “L” Urban) Extact with Honey, dengan meraih medali emas,” sebut Erlawana.

Selanjutnya tim kedua diketuai, Puteri Nayla Alifah, anggotanya Febby Nayla Asrizal, Putroe Nabila Pratiwi, Qatrunnada Ahlani, Raihan Muzakki, Rasyad Rizqullah Djafar dan Syabiansyah.

Judul yang mereka angkat, Air freshener from Halona coffee grounds which is effective as aromatherapy, dengan meraih penghargaan medali perak.

Kemudian sebut Erlawana, tim ketiga diketuai Gibran Muhammad Ghizlan, beranggotakan Muhammad Aldhi Rayzan, Athallah Ramadhan Putra Syr, Siti Salmah, Keysha Almira Yasmin, Alif Fahman Hafidz, dan Muhammad Akbar Maulana.

Judul yang diangkat, Automatic Trash Can Based On Arduino Uno As Technology Towards A Green Environment, meraih penghargaan medali perak dan Special Award dari Negara Vietnam.

Terakhir tim keempat diketuai, Airin Syarifah, anggotanya Annisa Dhafira, Akil Ahmadi Rifki, Syifa Kamila Hutagalung, Adam Al-Ghazian, Raihan Putra Zainata, dan Noya Falisha.

Judulnya adalah, The Influence of Mackerel Concentration on the Quality of Grib Grib Noodles, dengan mempersembahkan meraih medali perak.

Erlawana menuturkan, dalam event World Young Inventors Exhibition ini, semua peserta diwajibkan melakukan presentasi di depan dewan juri dari negara yang berbeda dengan menggunakan Bahasa Inggris.

“Saya berterima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Plt Kabid SMA/PKLK, Syawan Joni yang juga menjabat Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banda Aceh dan Aceh Besar. Karena telah memberikan dukungan dan motivasi atas kesuksesan tim dari Aceh yang mewakili Indonesia,” ucap Erlawana.

Kepala sekolah mengharapkan, mari kita terus bergerak maju menghadapi tantangan baru dan meraih prestasi berikutnya.

“Karena di tangan kita bersama, masa depan pendidikan terletak pada diri kita semua, dan bersama kita akan terus menulis kisah keberhasilan yang membanggakan,” imbuh Erlawana.(*)