Sensasi Makan Tanpa Piring Coto Makasar

SANTERDAILY.COM | MAKASSAR—“Jalan jalan ke pantai losari, lihat masjid 99 kubah tersusun rapi, mari kita bangkit generasi islami, kita wujudkan pendidikan terpadu di negeri ini.

Pantun tersebut merupakan inspirasi Kadis Pendidikan Aceh Besar DR Silahuddin M.Ag, yang diberikan uplous seratusan para kepala SIT Nurul Fikri Se-Indonesia yang dilantunkan saat menyampaikan Inovasi Pendidikan di Kampus Ilmu Ekonomi Amkop Nurul Fikri Makassar, Sulawesi Selatan, 27 Agustus 2019.

Disela-sela kegiatan berbagi inovasi Sistim Pendidikan Terpadu yang telah diterapkan di Aceh Besar Provinsi Aceh tersebut, bukan orang Aceh namanya jika tidak mencicipi secangkir kopi dan aneka kuliner makassar. Tim Media Center Aceh Besar ingin berbagi cerita menarik saat mendampingi Kadisdikbud Aceh Besar selama 3 (tiga) hari di kota Bugis Tana Toraja.

Sebelum esoknya bertolak kembali ke Aceh, malamnya kami berkesempatan menikmati secangkir kopi di Kedai Pojok Adhyaksa setelah sebelumnya menyantap Sop Konro tulang rusuk sapi yang sangat nikmat dengan kuah rempahnya.

Lain kota, lain cara menikmati sajiannya. Begitulah pengalaman kami selepas melewati Pantai Losari dan melihat keindahan 99 Kubah mesjid, menikmati es teler 77 yang terkenal dan yang paling mengesalkan adalah saat perut sudah keroncongan dan harus menunggu piring untuk menyantap Coto Gogak, dan ternyata menyantap Coto tak perlu piring, tinggal dicelup saja ketupat nya kedalam kuah rempahan yang telah tersaji dimeja. Begitulah cara menikmati Coto gagak daging sapi, bukan daging gagak.

Cerita itu menjadi candaan yang menghibur saat menikmati kopi bersama pengurus SIT Nurul Fikri di pojok kopi Makassar sekaligus menjadi pengikat hubungan emosional untuk menguatkan keinginan mereka menikmati juga secangkir kopi di Aceh kelak nanti dan Terima Kasih Makassar.