Sang Fajar Bersinar

  • Penulis : Dasriani Spd (Kepala SDN 1 Peukan Bada Aceh Besar).

kabardaily.com – Ketika sang fajar mulai menampakkan wajahnya ke permukaan bumi, disaat itu semua manusia masih terlelap dalam mimpinya. Seorang wanita pejuang pendidikan sudah mulai beranjakkan kaki menapaki pagi yang sedang menanti.

Wanita tua itu tidak pernah mengeluh atas kehendak yang akan dia dapati karena dia selalu berharap ada sang surya yang mencerahkan hari membawa rejeki untuk manusia di bumi ini.

Sang surya mulai meninggi wanita tua itu terus berjalan tak henti henti, sesekali dia berdiri menatap sang mentari seakan dia tersenyum mengatakan selamat pagi ibu pertiwi.

Keinginan dan impian untuk menggapai hari yang indah bagi wanita tua itu.
Dia tidak pernah putus asa dan menyerah dimana disetiap langkahnya dia selalu berdoa agar allah senantiasa memberikan kekuatan dan keikhlasan untuk mendidik melahirkan anak bangsa yang bermoral dan bermartabat.

Wanita tua itu kini meniti hari demi hari dalam mengaih keberkahan yang allah beri agar bisa dia nikmati di hari tua nanti.

Kisah pilu, suka duka yang dia rasakan tidak menjadikan wanita tua itu lemah tetapi dia semakin kuat dengan tekat dan semangat yang tinggi, dia punya mimpi agar bisa nikmati di hari tua nanti.

Dia berharap kelak di tangannya akan lahir pejuang pejuang sejati pejuang ummat yang bermartabat pejuang penerus dirinya dimasa dia telah tiada.

Wahai sang mentari engkau tak henti henti bersinar menerangi bumi engkau temani hidup dari pagi sampai petang hari. Dikala sang sang fajar mulai meredup wanita pejuang itupun kembali. Tidak terasa sehari sudah dia berjalan meniti hari menggapai mimpi.

Dia lelah, dia gerah, dia kuat, atas teriknya sang fajar yang menyingsing. Keringatnya bercucuran terkadang dia mengeluarkan air mata keharuan jiwanya berguncang seakan dua tak puas dan akan kembali dengan apa yang telah dia beri kepada anak negeri.

Dia memiliki semangat yang tinggi diusianya yang lagi muda. Dia berharap ada secercah sinar kebahagiaan dan kepuasan atas ciptaanmu ya rabb.

Dia ingin hari ini semua menjadi lebih baik dari hari kemarin, dia berharap ada terang dalam gelap, ada senang diantara susah, ada bahagia diantara duka.

Wanita tua itu tak henti hentinya bersyukur atas apa yang telah dia raih walau itu hanya sebagian kecil.

Saat sang fajar telah gelap maka malam akan berganti dengan terangnya sinar rembulan. Ketika sambil duduk menikmati waktu istirahat malamnya, wanita tua itu melihat ke langit.

Di sana ada bintang dan rembulan yg menghiasi malam. Tersentuh hatinya lalu berkata iya “andaikan malam ini dan esok hari aku bisa menikmati karunia mu ya rabbi maka berkahilah umur dan rezekiku”.

Esok hari aktifitas mulai dijalani lagi. Sehari hari terus dijalani sekalipun itu jauh dalam gapaian mimpi. Mungkinkah Allah memberikan dia hari yang cerah, hari yang lebih baik dari hari kemarin ? Kata kata itu terus membayangi jiwanya.

Malam semakin larut jiwa mulai terasa lelah wanita tua itu mulai membasuhkan tubuhnya dengan air lalu dia bersujud seraya dia memohon ampun dan memohon keridhaan allah selalu untuknya.
Berserah diri pada ilahi rabbi itu yang selalu menjadi kunci kehidupan kelak dia nanti.

Sekian dulu tunggu kisah cerita sang fajar berikutnya….