Oleh : Muklis Puna
SANTERDAILY.COM | LHOKSEUMAWE—- Rumput- rumput dipanggang matahari, terlentang di atas trotoar negeri
Water canon meludah pada batang batang mahoni
Di sebelah jembatan layang, rumah- rumah kardus dicumbu hujan musiman
Selokan penuh sesak napas penguasa meracuni udara malam
Adalah kentut menguap dari celah gigi palsu
Rumput rumput terbaring dalam pasungan kemarau
Berjalan sendiri menapaki nasib tak bertepi
Hidup bergerombol memburu hujan di padang sabana
Mengapit harapan menjunjung takdir titisan langit
Rumput rumput dibuai angin demokrasi
Meliuk-liuk kemana haluan menyeret nasib
Daun- daun kusam dibalut debu jalanan
Berderet deret antre menunggu mimpi di teras negeri
Duduk melepuh bersimpuh bertamu di negeri sendiri
Rumput -rumput kini kering digiring matahari
Lhokseumawe, 28 Januari 2019




















