Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK Gelar Kompetisi Internasional, Diikuti Peserta Empat Negara

KABARDAILY.COM,BANDA ACEH — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan English Students Association (ESA) menggelar English International Competition in Collaboration with ESAFest pada 21–29 September 2026. Rangkaian sembilan cabang lomba tersebut diikuti hampir 200 peserta, dengan kompetisi internasional melibatkan peserta dari Indonesia, Jerman, Polandia, dan Malaysia.

Kompetisi internasional mencakup penulisan esai, poster, dan video Reels yang dilaksanakan melalui pengiriman karya. Peserta luar negeri antara lain berasal dari University of Hamburg, Jerman; Uniwersytet Szczeciński, Polandia; serta Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia.

FB IMG 1791116155894

Kegiatan yang berpusat di FKIP USK ini menjadi bagian dari upaya mendorong prestasi, kreativitas, dan keaktifan mahasiswa. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan tiga cabang kompetisi internasional, berkolaborasi dengan ESA melalui rangkaian ESAFest yang menghadirkan perlombaan tingkat lokal dan sejumlah kegiatan pendamping.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III FKIP USK, Prof. Dr. Asnawi, S.Pd., M.Ed. Dalam sambutannya, ia menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai ruang pengembangan potensi mahasiswa. Dukungan terhadap prestasi dan kreativitas mahasiswa, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul.

Enam cabang lomba tingkat lokal meliputi debat bahasa Inggris, pidato bahasa Inggris, vokal solo, mewarnai, futsal, dan eFootball. Khusus cabang debat, pidato, dan vokal solo, peserta berasal dari berbagai sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Keterlibatan peserta sekolah memperluas jangkauan kegiatan sekaligus membuka kesempatan bagi pelajar untuk memperoleh pengalaman berkompetisi. Melalui debat dan pidato bahasa Inggris, peserta berlatih menyampaikan gagasan dan menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum, sedangkan vokal solo menjadi wadah pengembangan bakat seni.

Selain perlombaan, rangkaian ESAFest menghadirkan seminar tentang alih kode atau code-switching dan pembelajaran bahasa. Seminar tersebut diisi oleh narasumber dari LingGo Aceh dan Pusat Bahasa USK.

Peserta juga dapat mengikuti seminar mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta permainan bertema SDGs. Kunjungan ke Desa Nusa turut menjadi bagian dari rangkaian ESAFest.

Pada penutupan kegiatan, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Prof. Dr. Zulfadli A. Aziz, S.Pd., M.A., mengapresiasi terselenggaranya berbagai perlombaan tingkat lokal dan kompetisi internasional yang melibatkan peserta dari empat negara.

Zulfadli berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan yang memberi ruang lebih luas bagi pengembangan prestasi. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, mahasiswa lintas jurusan, serta pelajar sekolah untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.