KABARDAILY.COM – Program Studi Desain Interior Program Sarjana (S1) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh telah melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada tanggal 11–13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses penjaminan mutu pendidikan tinggi untuk menilai kinerja program studi secara komprehensif berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.
Asesmen lapangan dilakukan oleh tim asesor BAN-PT yang terdiri atas Dr. Jamaluddin, M.Sn. dari Institut Teknologi Nasional Bandung dan Ellya Zulaikha, S.T., M.Sn., Ph.D. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Selama tiga hari pelaksanaan, tim asesor melakukan verifikasi dokumen, observasi sarana dan prasarana, serta wawancara dengan pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan untuk memastikan kesesuaian antara laporan evaluasi diri dengan kondisi faktual di lapangan.
Koordinator Program Studi Desain Interior ISBI Aceh, Ar. Zuhrahmi DE, S.T., M.T., menyampaikan bahwa asesmen lapangan tidak hanya menjadi proses evaluasi eksternal, tetapi juga momentum refleksi akademik bagi program studi dalam memperkuat budaya mutu, tata kelola, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri kreatif.
“Proses asesmen ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan berbagai capaian yang telah diraih sekaligus memperoleh masukan konstruktif dari para asesor sebagai bahan perbaikan dan pengembangan program studi ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ISBI Aceh, Prof. Wildan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras mempersiapkan proses akreditasi. Menurutnya, akreditasi merupakan instrumen strategis dalam memastikan kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan serta menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Salah satu catatan positif disampaikan oleh asesor, Ellya Zulaikha. Dalam berbagai sesi diskusi dan klarifikasi, beliau mengapresiasi semangat serta komitmen para dosen Program Studi Desain Interior ISBI Aceh dalam membangun dan mengembangkan program studi yang relatif muda di lingkungan pendidikan tinggi seni dan budaya.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama yang dimiliki Program Studi Desain Interior ISBI Aceh saat ini adalah sumber daya manusia yang terus berkembang. Beliau melihat adanya komitmen yang kuat dari para dosen untuk meningkatkan kompetensi akademik melalui studi lanjut pada jenjang doktoral (S3), yang merupakan investasi penting bagi peningkatan kualitas program studi di masa depan.
“Semangat juang dan dedikasi dosen-dosen Desain Interior ISBI Aceh patut diapresiasi. Saya melihat adanya energi positif dan optimisme yang kuat untuk terus berkembang. Dengan semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia, terutama melalui bertambahnya jumlah dosen yang sedang menempuh pendidikan doktoral, saya yakin dalam tiga hingga empat tahun ke depan Program Studi Desain Interior ISBI Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi program studi yang unggul,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa penguatan kualitas dosen merupakan salah satu faktor kunci dalam peningkatan mutu program studi. Keberadaan dosen bergelar doktor tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga pada peningkatan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, jejaring kerja sama, serta pengembangan inovasi di bidang desain interior yang berbasis pada potensi lokal dan kebutuhan masyarakat.
Selain aspek sumber daya manusia, tim asesor juga memberikan perhatian terhadap upaya Program Studi Desain Interior ISBI Aceh dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya Aceh ke dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini dinilai memiliki nilai strategis dalam membangun identitas keilmuan desain interior yang berakar pada kearifan lokal sekaligus responsif terhadap perkembangan desain kontemporer.
Pelaksanaan asesmen lapangan berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan kolaboratif. Berbagai masukan, saran, dan rekomendasi yang diberikan oleh tim asesor diharapkan dapat menjadi landasan bagi Program Studi Desain Interior ISBI Aceh untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, luaran akademik, serta daya saing lulusan pada tingkat nasional maupun internasional.
Dengan berakhirnya rangkaian asesmen lapangan pada 13 Juni 2026, Program Studi Desain Interior ISBI Aceh optimis dapat terus melangkah maju sebagai pusat pengembangan ilmu dan praktik desain interior yang berorientasi pada mutu, inovasi, dan pelestarian nilai-nilai budaya Aceh. Keberhasilan pelaksanaan asesmen ini sekaligus menjadi bukti komitmen seluruh sivitas akademika ISBI Aceh dalam mewujudkan pendidikan tinggi seni yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing.




















