Muhammad Tahir, M.S, Koordinator Prodi Kajian Sastra dan Budaya ISBI Aceh

KOTA JANTHO,KABARDAILY.COM –Muhammad Tahir, M.S dilantik sebagai Koordinator Prodi Kajian Sastra dan Budaya oleh Rektor ISBI Aceh, Prof Dr Wildan MPd, Jumat 3 Januari 2025 di Kota Jantho.

Muhammad Tahir dilantik bersama 33 pejabat lainnya dalam rangka reformasi birokrasi di kampus seni itu.

Kajian sastra dan budaya adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara sastra dan budaya, termasuk hubungan timbal balik dan perbedaan hakikat masing-masing.

Kajian sastra dan budaya juga dapat merujuk pada jurusan atau program studi yang mempelajari sastra dan budaya, serta penciptaan karya sastra.

Tujuan dari jurusan ini adalah untuk menghasilkan insan akademis yang kreatif, mandiri, berbudaya, dan adaptif terhadap perubahan.

Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan kajian sastra dan budaya: Sastra dapat menggambarkan keunikan, kekayaan, dan keberagaman budaya suatu bangsa.

Sastra dapat menjadi wadah untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya suatu bangsa, seperti nilai adat, kepercayaan, dan tradisi.

Gaya penulisan sastrawan dipengaruhi oleh budaya.

Setiap aspek karya sastra, mulai dari pemilihan tema hingga teknik naratif, dipengaruhi oleh latar belakang budaya penulis.
Beberapa jurusan terkait kajian sastra dan budaya, di antaranya Sastra Arab, Sastra Cina, dan Sastra Jawa.

Kajian Sastra dan Budaya merupakan salah satu prodi di ISBI Aceh.

Prof. Dr. Wildan MPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan salah satu langkah strategis ISBI Aceh untuk terus mendorong profesionalitas dan inovasi dalam pengelolaan institusi.

“Reformasi birokrasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas kerja di lingkungan ISBI Aceh,” ujar Wildan.

Para pejabat yang dilantik ini merupakan individu yang telah melalui seleksi ketat dan dinilai memiliki kompetensi untuk mendukung kemajuan ISBI Aceh.

Wakil Rektor I, Dr. Ratri Candrasari, juga berharap agar pejabat yang baru dilantik dapat membawa semangat baru untuk memajukan institusi. “Kami yakin bahwa dedikasi dan profesionalitas para pejabat baru ini akan menjadi motor penggerak bagi tercapainya visi ISBI Aceh,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor II, Dr. Ir. Marwan, menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang baik untuk mendukung seluruh program kerja yang telah dirancang. “Tugas kita adalah memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai dengan perencanaan yang matang,” ungkap Marwan.

Acara pelantikan ini juga menjadi momentum refleksi bagi ISBI Aceh untuk terus berinovasi di bidang seni dan budaya. Beberapa pejabat yang baru dilantik menyampaikan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi institusi,” ungkap Achmad Zaki MA, Humas ISBI Aceh baru.

Acara ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar reformasi birokrasi ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas dan reputasi ISBI Aceh. Para pejabat baru diharapkan dapat segera menjalankan tugas dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi.

Dengan pelantikan ini, ISBI Aceh menunjukkan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem birokrasi guna mendukung pengembangan seni dan budaya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.[*]