BIREUEN,KABARDAILY.COM – MIN 42 Bireuen menyelenggarakan Pelatihan Desain Ilustrasi Digital untuk Buku Cerita Dongeng (Storybook) selama dua hari, 17–18 Juli 2025, bertempat di ruang kelas digital madrasah tersebut. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 6A sebagai bagian dari pengembangan program Kelas Digital yang telah diterapkan di MIN 42 Bireuen.
Pelatihan ini dipandu oleh guru pengampu Kelas Digital, Vonna Putri Hasti, M.Ag, dibawah kordinasi Aida Maulinawati, S.Pd selaku Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum. Vonna secara telaten membimbing siswa dalam merancang ilustrasi untuk mendukung karya dongeng yang mereka tulis. Dalam sesi pelatihan, para siswa diperkenalkan pada penggunaan aplikasi Canva sebagai alat bantu desain, mulai dari membuat karakter, latar cerita, hingga menyusun ilustrasi yang selaras dengan narasi.
“Pelatihan ini tidak hanya mendorong kreativitas siswa, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap isi cerita yang mereka buat,” ujar Vonna.
Lebih lanjut Vonna menyebutkan, yang mereka lakukan ini merupakan upaya madrasah dalam menanamkan literasi berbasis digital di kalangan siswa, sekaligus mendukung keterampilan abad ke-21 yang menekankan penguasaan teknologi, kolaborasi, dan ekspresi kreatif.
Kepala MIN 42 Bireuen, Maryamah Mustafa, S.Ag, menyatakan bahwa program ini akan terus berlanjut dan dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran literasi dan digitalisasi madrasah.
“Kami ingin siswa tidak hanya pandai membaca dan menulis, tetapi juga mampu mengemas pesan melalui media visual digital,” ujarnya.
Para siswa menyambut baik pelatihan ini. Mereka mengaku senang karena bisa belajar membuat ilustrasi sendiri dan melihat cerita dongeng mereka menjadi lebih hidup.
Sementara itu aktivis Gema Keadilan, Ananda Fildza Alifa yang dimintai tanggapannya, menyebutkan pelatihan seperti ini penting mengingat dunia pendidikan yang terus berkembang. Menurutnya, literasi tidak hanya difahami secara sempit, tapi juga harus diimbangi sesuai kemajuan zaman.
“Ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana madrasah bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi, sekaligus menanamkan nilai-nilai literasi dan seni kepada generasi muda,” sebut Fildza, yang juga pengajar aktif di Ruangguru Bireuen. (MA)




















