KABARDAILY.COM – Millennials Empowerment, komunitas Aceh yang bergerak dalam mendukung aksi pembangunan berkelanjutan kembali melanjutkan ekspedisinya melalui agenda besar yaitu Kegiatan #BersamaNestlé: Tanamkan Kebaikan, Ciptakan Manfaat. Kali ini, kegiatan Millennials Empowerment dilaksanakan di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang diadakan pada tanggal 12-19 Agustus 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk membawa sejuta makna dan cita bagi kesejahteraan Desa Buntu dengan menggaet tema “Ngabdi kanggo Masyarakat, Nggayuh Luwih Dhuwur Saka Mega” yang artinya “mengabdi untuk masyarakat, bercita-cita setinggi-tingginya bahkan melebihi awan”
Sesuai dengan tema yang diangkat, Millennials Empowerment hadir bersama Nestlé Indonesia dengan membawa berbagai program menarik yang sukses diimplementasikan di Desa Buntu bersama pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia.
Beberapa program tersebut diantaranya Penanaman 100 Pohon Bersama Kelompok Tani Hutan, Pelatihan Pembuatan Produk Kokedama dan Kentang Bersama ibu-ibu PKK, Layar Desa, Gerakan Semangat Belajar, Teras Baca, Rencana Strategis Desa yang melibatkan berbagai komunitas dan lapisan Masyarakat yang ada di desa buntu, dan Pesta Rakyat 17 Agustus.
Acara dimulai dengan melangsungkan pembukaan yang turut dihadiri oleh pihak Millennials Empowerment, Nestlé Indonesia dan segenap perangkat Desa Buntu. Setelah melangsungkan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan penanaman 100 pohon didaerah rawan erosi.
Setiap warga Desa Buntu termasuk Bapak Suwoto selaku Kepala Desa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, di mana penanaman 1 pohon akan ditandai dengan penulisan 1 nama pemiliknya pada papan nama yang telah disediakan. Tak berhenti sampai disitu, kemeriahan Kegiatan dapat dilihat pula dari ramainya ibu-ibu PKK yang ikut berkontribusi dalam pelatihan kokedama, yaitu sebuah teknik berkebun Jepang yang unik dan kreatif.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Desa Buntu dalam membuat kokedama, serta mempromosikan kegiatan ekonomi kreatif di desa. Selain kokedama, produk olahan keripik kentang juga menjadi fokus dalam meningkatkan potensi Desa Buntu sebagai desa kreatif.
Di malam hari, masyarakat Desa Buntu disuguhkan tontonan layar desa yang meriah dan penuh keceriaan. Antusiasme semakin terasa ketika alat musik Bendungan khas Wonosobo dimainkan oleh salah satu delegasi yang hadir.
Alunan musik Jawa berpadu dengan nyanyian merdu, seolah menghipnotis setiap penonton dan menghadirkan suasana hangat di tengah dinginnya udara malam.
Kegiatan ini juga mendapatkan sambutan luar biasa dari anak-anak Desa Buntu, khususnya siswa SDN 01 dan 02. Program mewarnai dan sarapan bersama diadakan sebagai bentuk dukungan bagi Gerakan Semangat Belajar. Tak hanya itu, sebanyak 200 buku bacaan turut disumbangkan untuk memperkaya wawasan anak-anak desa.
Sebagaimana pepatah menyebutkan bahwa buku adalah jendela dunia, kehadiran perpustakaan desa pun menjadi wujud nyata dari semangat tersebut. Perpustakaan Desa Buntu kini dikelola secara resmi oleh Duta Baca, dengan revitalisasi yang dilaksanakan di Paud Desa Buntu.
Lebih dari 100 buku bacaan baru disumbangkan, memberi warna baru bagi ruang belajar anak-anak dan masyarakat.
Sebagai agenda evaluasi terhadap isu dan permasalahan yang ada di Desa Buntu, masyarakat diajak untuk berdiskusi aktif melalui program Rancangan Strategis Desa (RSD).
Dalam forum ini, setiap warga diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan ide terbaiknya, khususnya terkait isu pendidikan, lingkungan, kesehatan, serta potensi pariwisata dan ekonomi desa.
Hasil diskusi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi penting untuk mengarahkan Desa Buntu agar berkembang lebih baik di berbagai aspek.
Puncak kegiatan ditandai dengan pesta rakyat yang digelar di lapangan desa, bertepatan dengan perayaan 17 Agustus, HUT Kemerdekaan RI yang ke-80. Suasana semakin semarak dengan berbagai perlombaan seperti makan kerupuk, senam kreatif, lompat karung, hingga pembagian doorprize menarik.
Kemeriahan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh kalangan masyarakat yang bersama-sama merayakan kemerdekaan Indonesia penuh sukacita.
“Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar, mendapat sambutan hangat dari masyarakat, dan meninggalkan manfaat nyata bagi Desa Buntu,” ujar Septia Karlina selaku Project Leader.
Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan solidaritas yang lebih erat di tengah masyarakat. Bukan hanya membawa manfaat nyata, tetapi juga menciptakan momentum berharga yang tak terlupakan. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Buntu, “Inisiatif #BersamaNestlé: Tanamkan Kebaikan, Ciptakan Manfaat tidak hanya memberi dampak positif bagi masyarakat Desa Buntu, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kemandirian desa.”
Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kemerdekaan bangsa dan perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila semua pihak bergerak bersama, saling menguatkan, dan berkomitmen pada tujuan yang sama demi masa depan yang lebih baik.
“Kegiatan ini bukan sekadar program, melainkan ruang untuk menyalakan asa bersama masyarakat. Terima kasih kepada Nestlé Indonesia yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini, sehingga dampaknya dapat terasa lebih luas. Semoga langkah ini menjadi awal dari kolaborasi-kolaborasi baik berikutnya,” tutur Farhan Atidi Dhaifullah, Founder Millennials Empowerment.




















