KABARDAILY.COM – Dunia sepak bola Aceh berduka. Musafari, legenda sepakbola Aceh yang juga mantan pemain PSSB Bireuen, Persiraja Banda Aceh, Aceh Putra dan Medan Jaya pada era Galatama 1990-an, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Senin (27/10/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
Almarhum telah dikebumikan di kampung halamannya, Gampong Matang Mamplam, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin siang. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, dihadiri keluarga, kerabat, serta rekan-rekan sesama pemain sepak bola dari berbagai generasi.
Selain dikenal sebagai pesepak bola yang tangguh di masa jayanya, Musafari juga tercatat sebagai pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bireuen.
Bakhtiar Juli, mantan pemain PSSB Bireuen yang juga junior almarhum, mengenang Musafari sebagai sosok panutan di dalam dan luar lapangan.
“Bang Musafari orangnya disiplin dan selalu memberi contoh yang baik kepada pemain muda. Kami banyak belajar dari cara beliau bermain dan bersikap. Beliau bukan hanya senior, tapi juga abang bagi kami semua,” ujar Bakhtiar Juli yang juga pernah jadi pemain Aceh Putra, Persiraja, Pupuk Kaltim, PSP Padang dan Putra Samarinda.
Ia juga menyebutkan, Musafari kalau di lapangan sangat ulet dan ngotot.
“Bang Musafari pekerja keras di lapangan,” tambah Bakhtiar.
Hal senada disampaikan, Darmawan, Pelatih SSB Bijehmata Peusangan.
“Bang Musafari orangnya baik. Dalam dunia sepakbola beliau guru saya, selain juga sebagai partner. Beliau juga rekan kami satu kantor,” sebutnya.
Menurut Darmawan, kepergian Musafari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas sepak bola Aceh. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah sepakbola Bireuen dan Aceh pada masa kejayaan Galatama.
Selamat jalan, Musafari. Dedikasi dan keteladananmu akan selalu dikenang oleh generasi penerus sepak bola Aceh. (MA)




















