Kulepaskan Tunanganku Karena Dia

KABARDAILY.COM |  CERPEN —- “Ra, boleh bertemu sebentar? ” (Terdengar suara seorang lelaki di ujung handphone nya).
“Kenapa tgk? ” (Tanya Rara lewat handphone miliknya).

“Ada hal yang ingin tgk bicarakan, Rara sekarang lagi dimana? ” (Lanjutnya).
“Rara lagi di jalan mau pulang”
“Jalan mana?, biar tgk kesana sekarang”
“Jalan di depan masjid Al-istiqamah”
“Oke, tgk kesana sekarang”.

Lelaki yang di panggil tgk oleh Rara mematikan handphone nya. Tanpa menunggu di iyakan oleh Rara, ia melajukan motor pribadinya.

” Kenapa Ra? ” (Tanya temannya yang dari tadi menyimak Rara telponan).
“Tgk minta ketemu, katanya ada hal yang ingin disampaikan”
“Ya udah kalo gitu, aku pulang duluan aja ya”
“Iya, Hati-hati “.

Hampir setengah jam Rara menunggu. Akhirnya yang di tunggu tiba.
” Sudah lama nunggunya? “(Tanya lelaki itu dengan tawa jahilnya).

” Masih nanya lagi, orang Rara hampir mati kecapean nunggunya” (Jawab Rara kesal).
“Maaf sayangku cintaku, jalanan macet”
“Iya-iya” (Jawab Rara singkat) .
“Ada apa nih tiba-tiba ngajak ketemuan? ” (Lanjut Rara penasaran).

“Jadi gini, kita kan sudah setahun pacaran, bulan lalu kan ulang tahun Rara. Tgk mau kasih kado istimewa buat Rara”. (Tgk mulai menjelaskan).

” Kan udah dikasih kado kemaren, itu aja belum ke pake. Mau ngasih lagi? Kado apa emangnya? (Tanya Rara semakin penasaran).
Tgk tersenyum lalu menjawab
“Begini wahai calon istriku insyaallah penghuni Surga. Kita kan sudah setahun kenalan, masa iya gini-gini terus. Bilang sama ayah lusa kita tunangan”.

” Apa..??? Tunangan?? Ga ah ga mau”(jawab Rara terkejut dengan nada khasnya)
“Yakin ga mau? ” (Tgk mulai menggoda).
“Bukannya ga mau. Ini terlalu tiba-tiba. Orang Rara masih anak-anak lagi. Umur baru 20 tahun. Belum pernah cerita tentang tgk lagi sama keluarga”(raut muka Rara berubah gelisah).

” Gapapa, pulang cerita sama keluarga. Nanti malam insyaallah tgk kerumah”.
“Ya udah kalo begitu, Rara pamit pulang dulu. Assalamu’alaikum”
“Waalaikumsalam, Hati-hati di jalan”.
Sesampainya dirumah, Rara menceritakan niat baik keluarga tgk sama keluarganya. Malam tiba.

” Assalamu’alaikum “(terdengar suara ketukan pintu dari luar).
” Waalaikumsalam “(jawab mama menuju kearah pintu).

” Eh tgk, masuk tgk”(mempersilakan masuk).
“Baik mak” (Jawab tgk sambil menyalami mama Rara).

Setelah di persilakan duduk, dan memakan sedikit cemilan. Tgk menceritakan niat baiknya. Hingga akhirnya jatuh hari senin, tgl 17 bulan 10. Seminggu lagi. Dan tgk pamit pulang.

Hari berjalan dengan semestinya. Hari yang di tunggu pun tiba. Paginya, Rara sibuk mempersiapkan diri untuk pergi ke tempat make up, dijemput sahabatnya.

Rombongan tiba. Keluarga Rara menyambutnya dengan baik. Setelah dipersilahkan duduk. Mereka menyampaikan niat baiknya. Hasil musyawarah, jadinya 10 manyam dengan tempo dua tahun. Akhirnya pihak laki-laki meminta izin untuk melihat dara baro nya.

Rara keluar kamar sambil menyalami satu persatu tamu. Hingga tiba ditempat duduk mamanya linto baro. Rara dipasangkan cincin. Lalu lanjut berfoto-foto.

*****

Hari demi hari berjalan. Bulan demi bulan berlalu. Pasangan tunangan baru itu masih saja romantis. Bahkan ketika Rara di rawat di rumah sakit, tgk dengan setianya menjaga Rara.

Memasuki empat bulan pertunangan. Mulai adanya pertengkaran. Rara tidak mau mendengarkan tgk, begitupun sebaliknya. Masing-masing dengan egonya.

Tiga bulan tgk menghilang tanpa adanya kabar. Lalu kembali dengan tangis dan segala kata maafnya. Di karenakan cinta, Rara memaafkannya.

Mereka kembali baik-baik saja. Bahkan tgk sering kerumah Rara. Keluarga Rara sangat menyayangi tgk. Begitu juga keluarga tgk menerima Rara dengan baik.

Suatu hari, mereka kembali bertengkar. Tgk kembali menghilang tanpa kabar. Rara tetap menelpon dan mengirimkan nya pesan. Namun tidak ada satu pun balasan.

Hari berjalan. Malam pun berlalu. Tiba-tiba tgk mengirimkannya pesan
“Assalamu’alaikum”
Ting. Bunyi menandakan pesan masuk. Rara baru saja selesai melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim mengambil handphone dan membukanya. Betapa terkejutnya Rara, yang mengirimi ia pesan ternyata tgk, tunangannya, setelah menghilang empat bulan.

“Waalaikumsalam” (Balas Rara)
“Bagaimana kabarmu, sehat? Mama ada bilang apa sama Rara? ”
Rara kembali mengetik
“Alhamdulillah. Tidak. Mamanya tgk ga ngomong apa-apa sama Rara. Kenapa tgk? ”
“Jadi gini Ra, tgk ga jadi nikah tahun ini, ataupun tahun depan. Bahkan tahun selanjutnya”.

Rara kembali membuka pesan, betapa terkejutnya ketika ia membacanya. Tanpa terasa air matanya jatuh .
” Kenapa tgk? ”
“Tgk rasa, rasa sayang dan cinta tgk sama Rara sudah tidak ada lagi, lagian tgk ga nikah lagi” (Balasnya).

Rara mulai terisak dan membalas
“Rara minta maaf atas kesalahan Rara, Rara janji ga akan ulangin lagi, kita perbaiki sekali lagi ya? ”
“Sudah tgk coba untuk baik-baik saja. Tapi ga bisa lagi Ra, cinta tgk sudah hilang”
“Semudah itu? Tgk… Sayang… Maafkan Rara”
“Untuk saat ini jangan ganggu tgk dulu, tgk ingin tenangkan diri. Assalamu’alaikum”
Rara tak sanggup membalasnya lagi. Rara semakin terisak. Ia menceritakan pada ayah. Malam itu juga, Rara harus di rawat.
Keesokan harinya, ayah menelpon mamanya tgk.
“Assalamu’alaikum mak”
“Waalaikumsalam ayah” (Jawab mama tgk di ujung telpon).

“Tgk bilang ga mau nikah lagi, kenapa bisa begini mak? “(Tanya ayah)
” Itulah ayah, sama mama tgk juga bilang begitu. Sudah mama rayu tidak di dengarkan. Sedangkan mama telah mempersiapkan semua perlengkapan pernikahan “.
” Ya sudah mak, kita tunggu tgk tenang dulu”(lanjut ayah).
“Baik yah” (Jawab mamanya).

*****

Bulan berganti bulan. Tgk tidak memberikan kejelasan tentang hubungannya. Berkali-kali Rara mengirimkan pesan. Namun tidak satu pun di balas.

Hari-hari Rara menangis, membuatnya keseringan di rawat dirumah sakit. Berat badannya menurun. Ia tidak seceria dulu lagi. Pikirannya kacau. Dan ia di vonis depresi tingkat tinggi.

Rara mulai lelah dengan semuanya. Ia pun berdoa “Tuhan, jika perpisahan ini yang terbaik, aku ridho”.
Rara yang dulunya jarang solat tengah malam(tahajud) kini malah tiap malam ia tahajud. Bahkan banyak solat sunat yang ia kerjakan. Dan banyak doa-doa yang ia amalkan.

Suatu hari, temannya menawarkannya untuk menanyakan ke ulama tentang hubungan nya. Kata ulama” Baik jika berumah tangga, namun keputusan ada ditangan pihak lelaki”.
Rara tidak menyerah, ia terus menerus berusaha agar tgk kembali padanya. Walaupun logikanya berkata biarkan saja, ridhoilah. Namun hatinya tetap ingin tgk kembali. Rara menanyakan ke ulama lain, katanya

“Beliau dipelet, agar tertutup hatinya untuk Rara. Kini beliau ada dekat dengan yang lain, bawa beliau kemari, biar kita ruqyah”.
Rara menceritakan semuanya pada keluarga. Keluarga menelpon mamanya tgk menceritakan segalanya. Sambutannya baik, namun mereka kurang percaya.

Hari itu, kawan nya tgk mengirimkan Rara pesan. Menanyakan hubungan Rara dengan tgk. Rara menceritakan semuanya. Kawannya itu mulai mencari tau tentang tgk. Dan ternyata benar, tgk ada dekat dengan yang lain. Katanya mau serius. Awalnya Rara kurang yakin, karena yang Rara tau tgk bukan tipe lelaki gila wanita.

Rara menceritakan semuanya pada keluarga. Keluarga menanyakan pada mamanya tgk. Dan ternyata benar!! Kata mamanya tgk, tgk mau nikah dengan yang lain dan tidak mau mendengarkan apapun itu tentang Rara lagi.
Saat itu juga, Rara hancur berantakan. Rara nangis sejadi-jadinya.

*****

Beberapa hari kemudian, Rara mulai tenang dan lega. Mulai ridho dengan segala yang terjadi.

Ternyata tgk menghilang selama ini sudah ada yang lain. Biarkan tgl bahagia dengan pilihannya.

Rara pasrahkan semuanya Pada Allah.
Allah Maha Mengetahui.
Biar Allah yang atur semuanya.
Semoga Rara cepat sembuh dari traumanya.

Karya: Sitti zahara Tarmizi
Dari: Ulee gle, Pidie jaya
Salah satu penulis buku Sejuta kisah di tanah rencong.