JANTHO,KABARDAILY.COM – Ibu kota Kabupaten Aceh Besar, menyuguhkan atmosfer yang tak biasa bagi para mahasiswa seni. Suhu udara yang berkisar antara 32°/23° Celsius setiap 2–4 hari, ditambah hujan yang datang tanpa pola, menciptakan suasana hening yang sangat kondusif untuk mendalami dunia kreatif. Bagi mahasiswa ISBI Aceh, ini bukan sekadar kota kecil di atas bukit, melainkan ruang belajar yang hidup.
Tak heran jika banyak orang tua bertanya, mengapa harus belajar seni di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota besar? Ketua Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Aceh, Dr. Angga Eka Karina, M.Sn menjawab: “Justru di Jantho inilah mahasiswa dapat merasakan proses artistik yang lebih utuh. Mereka belajar tidak hanya dari buku dan dosen, tapi juga dari alam yang ada di sekeliling mereka.”
Lingkungan Jantho yang eksotis dan tenang terbukti memberi dampak positif terhadap proses belajar. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kegiatan akademik dan penciptaan seni telah digelar di sini. Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain, Ichsan, M.Sn., menambahkan.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar berkarya di dalam studio, tetapi juga mengeksplorasi alam sebagai medium dan inspirasi karya. Ini adalah pendekatan pembelajaran yang menyatu dengan konteks lokal.”
Salah satu program unggulan yang dilaksanakan pada 14 Mei 2025 adalah kuliah praktisi bertajuk “Belajar dan Berkarya Bersama Alam”, menghadirkan seniman internasional Totok Basuki dari Australia. Kegiatan ini berlangsung di Jantho Panorama Park, dan melibatkan mahasiswa dari jurusan Seni Pertunjukan serta Seni Rupa dan Desain. Mereka diajak mengeksplorasi material alam untuk menciptakan karya seni yang kontekstual dan autentik.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Salah satunya, Rama Dandi Nasution, mahasiswa jurusan Seni Pertunjukan, mengungkapkan: “Saya merasa lebih bebas dan peka saat berkarya di alam. Udara segar, suara hutan, dan cahaya alami sangat membantu saya menemukan gagasan baru yang tidak saya temukan di ruang kelas.”
Dengan pendekatan pembelajaran berbasis alam, ISBI Aceh membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berinovasi dan berkarya secara kontekstual. Kota Jantho pun semakin dikenal bukan hanya sebagai lokasi kampus, tetapi juga sebagai ruang estetik yang membentuk karakter dan kekuatan artistik generasi muda Aceh.
ISBI Aceh membuktikan bahwa pendidikan seni tak harus berlangsung di tengah kota besar. Di balik kesunyian dan kesejukan Jantho, tumbuh gagasan-gagasan besar yang siap melangkah ke panggung nasional dan internasional.




















