BANDA ACEH,KABARDAILY.COM – Ketua Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rizaldi Akbar, angkat bicara terkait maraknya aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja di Banda Aceh dan sekitarnya. Ia menilai fenomena geng motor yang semakin meresahkan dapat merusak citra Kota Banda Aceh yang selama ini dikenal aman dan nyaman, baik bagi masyarakat lokal maupun pendatang.
“Kota Banda Aceh dan sekitarnya terkenal aman dan nyaman bagi masyarakat Aceh sendiri maupun dari luar. Kondisi ini akan merusak citra kita, Pak Wali Kota. Kami bersama pemerintah, semoga bisa ditindak tegas hal-hal yang demikian,” tegas Rizaldi, Senin (22/9/2025).
Pernyataan ini merespons kejadian pembacokan di kawasan Pasar Aceh yang dilakukan sekelompok remaja bersenjata tajam. Beruntung, aparat kepolisian Polresta Banda Aceh berhasil menangkap dua pelaku kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Rizaldi menegaskan, pemerintah kota bersama aparat penegak hukum harus mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur agar kasus serupa tidak terulang. Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat, lembaga pendidikan, dan keluarga dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam perilaku menyimpang.
“Fenomena geng motor bukan hanya soal kriminalitas, tetapi juga menyangkut masa depan anak muda kita. Butuh kolaborasi antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan kampus untuk menuntaskan masalah ini dari akar,” tambahnya.
Sebelumnya, kasus pembacokan di Pasar Aceh sempat menghebohkan warga. Dalam hitungan jam, polisi berhasil membekuk pelaku di lokasi terpisah dan kini masih melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang terlibat.
Dengan adanya peristiwa ini, Rizaldi berharap Kota Banda Aceh tidak kehilangan jati dirinya sebagai kota yang damai, religius, dan ramah.




















