Aceh Besar,kabardaily.com – Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali , S.Pd.,M.Si menyampaikan Pemerintah harus optimis dan mampu berhasil keluar dari permasalahan defisit anggaran tahun 2023, hal itu disampaikan Iskandar dalam pidatonya pada rapat Paripurna ke-2 agenda Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Qanun APBK Aceh Besar TA 2023 di Kota Jantho, Jumat 25 November 2022.
Menurutnya, dalam pelaksanaan penyusunan APBK Aceh Besar TA 2023 ditekankan optimisme pemerintah berhasil keluar dari permasalahan defisit, meskipun kondisi ini dirasakan oleh hampir seluruh Pemerintah Kab/Kota di Indonesia. Salah satu solusi yang harus diambil adalah komitmen untuk menunda kebutuhan belanja daerah terutama yang pembiayaannya dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dari Dana Bagi Hasil (DBH).
‘’Diantaranya adalah program atau kegiatan dan sub kegiatan yang sifatnya tidak wajib dilaksanakan tahun 2023’’ lanjut Iskandar.
DPRK Aceh Besar optimis dan yakin dengan semangat kebersamaan terhadap pengabdian, APBK 2023 akan berhasil keluar dari defisit, kami juga mengajak kepada semua pihak untuk mendukung pelaksanaan program yang tertuang dalam RKPD Aceh Besar tahun 2023.
‘’Program peningkatan ekonomi inklusif, program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan infrastruktur yang terintegrasi’’, pungkas Iskandar Ali.
Sementara itu, Pj. Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP.,MM dalam sambutannya mengatakan tahun 2023 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026, dengan mengusung tema, Peningkatan Infrastruktur Yang Terintegrasi Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif.
‘’Pemerintah Aceh Besar memprioritaskan 4 (empat) program pembangunan diantaranya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dampak sosial Pandemi Covid-19, peningkatan kualitas SDM, Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan dan pemantapan pelaksanaan syariat dan keistimewaan Aceh’’, kata dia.
Terkait postur APBK Aceh Besar TA 2023, kata Iswanto, dapat kami ringkas Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp. 201.064.000.000,00 sedang Pendapatan Transfer senilai Rp. 1.538.835.361.155,00 dan Pendapatan Lain-Lain berkisar Rp. 2.197.944.000,00.
Ia menjelaskan, anggaran belanja sebesar Rp. 1.752.097.305.155, dengan rincian Belanja Operasi senilai Rp. 1.085.066.502.354,00 dan Belanja Modal Rp. 97.298.904.971,00, Belanja Tidak Terduga Rp. 10.000.000.000.00, dan Belanja Transfer Senilai RP. 559.731.897.830,00, Penerimaan Pembiayaan Rp. 10.000.000.000,00, Pengeluaran Pembiayaan RP. 0,00, dan Pembiayaan Neto Rp. 10.000.000.000,00 dan SURPLUS/DEFISIT RP. 0,00.
Selain itu Muhammad Iswanto juga mengajak seluruh SKPD terus menjaga kekompakan dan soliditas dalam menjalankan tugas, menggerakkan roda pemerintahan Aceh Besar yang solid akan nilai-nilai disiplin.
“Karena seluruh program prioritas yang telah disampaikan butuh kepada dukungan teman-teman SKPD selaku liding sektor dibidangnya, kita berharap seluruh OPD serta jajarannya dapat fokus terhadap tugas dan tanggungjawab masing-masing’’, Demikian tutupnya.
Turut hadir wakil ketua DPRK Gunawan, SE.,MM, Sekretaris Daerah Drs. Sulaimi, M.Si, didampingi Sekretaris DPRK Fata Muhammad, S.Pd.I.,MM, Organisai Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Keistimewaan, Dandim 0101/KBA, Kapoles, Kajati, Kajari dan Camat.




















