26.5 C
Banda Aceh
BerandaNewsKepala SLBN Pembina Provinsi Aceh Sambut Baik Pengadaan Bus Sekolah

Kepala SLBN Pembina Provinsi Aceh Sambut Baik Pengadaan Bus Sekolah

Banda Aceh,kabardaily.com  – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Provinsi Aceh, Yossi Novianti SE SPd, memberikan apresiasi dan menyambut baik rencana pembelian mobil dinas dan bus sekolah sebanyak 27 unit oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Hal itu disampaikan Yossi Novianti menanggapi pengadaan mobil dinas dan bus sekolah yang di peruntukkan bagi SLB oleh Dinas Pendidikan Aceh, Kamis (17/02).

Meski kali ini bus sekolah belum diperuntukkan di sekolah yang dipimpinnya sekarang, namun Yossi Novianti mengaku sangat bersyukur karena di tempat lamanya bertugas, yaitu SLB Negeri Al Fansyuri, Kabupaten Aceh Singkil dan SLB Negeri Syekh Abdurrauf, Subulussalam mendapatkan jatah satu unit bus sekolah.

Yossi menyampaikan, bagi orang yang mengerti akan kondisi anak berkebutuhan khusus, tentunya akan ikut bersyukur dengan adanya program pengadaan bus sekolah untuk SLB.

Karena memperlakukan anak dengan karakteristik khusus sangatlah berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

“Anak berkebutuhan khusus pastinya akan sangat kesulitan jika berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan umum, seperti pada anak dengan kondisi tunanetra dan tunagrahita serta tunadaksa,” kata Yossi.

Dikatakannya, ditambah dengan kondisi wilayah yang sulit terjangkau seperti di Kabupaten Aceh Singkil jarak antara sekolah dengan rumah siswa sangat jauh.

Pengalaman 4 tahun bertugas di Aceh Singkil, 2 tahun bertugas di Subulussalam sebagai Kepala SLB dan baru saja bertugas di Aceh Besar, ucapnya.

Dengan masa tugas yang cukup lama di dua daerah tersebut, Yossi yang baru beberapa minggu bertugas sebagai Kepala SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh di Aceh Besar mengaku mengerti betul bagaimana kondisi wilayah dan situasi siswa di sana.

“Kondisi wilayah di sana memang sangat memprihatinkan, belum lagi jarak tempuh yang lumayan jauh bahkan ada yang mencapai jarak tempuh 25 Km lebih,” ujarnya.

Dirinya lantas menceritakan, jika para siswa berkebutuhan khusus di sana sangat kesulitan untuk pergi ke sekolah karena persoalan transportasi.

Apalagi kondisi ekonomi keluarga yang masih di bawah rata-rata. Para orangtua sangat kesulitan untuk membayar biaya becak, untuk antar jemput saja bisa mencapai Rp 500 ribu perbulan.

Bahkan ada seorang muridnya di tempat lamanya bertugas terpaksa harus berhenti sekolah karena ayahnya meninggal dunia, tidak ada lagi orang yang bisa antar jemput ke sekolah.

Kemudian, ada juga seorang muridnya dengan tunanetra di SLBN Syekh Abdurrauf, bernama Supri, sampai berdoa meminta agar sekolahnya punya bus sekolah.

“Supri ini anak yatim, dia antusias sekali mau sekolah tapi mamanya tidak punya biaya. Sampai nangis dia minta berangkat sekolah tapi tidak ada yang antar,” kenangnya.

Lebih lanjut Yossi menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur begitu mengetahui ada satu bus sekolah diperuntukkan untuk sekolah yang dipimpinnya dulu.

Ia berharap ke depannya agar seluruh SLB di Aceh punya bus sekolah yang diperuntukkan untuk anak-anak penyandang Disabilitas, pintanya.

Editor : Baihaki

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

31,112FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Related News

Indonesia
6,051,205
Total confirmed cases
Updated on May 18, 2022 04:45
Indonesia
156,481
Total deaths
Updated on May 18, 2022 04:45
Indonesia
3,898
Total active cases
Updated on May 18, 2022 04:45