Aceh Besar,kabardaily.com – Program Kurikulum Merdeka sangat sejalan dengan Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) sangat sejalan dengan kurikulum merdeka yang dijalankan sekarang termasuk di dalamnya ada guru penggerak dan sekolah penggerak.
Hal itu disampaikan Teti Wahyuni pada saat memberikan sambutan pada kegiatan Seminar dan Workshop Internasional STEM-C, Kolaborasi Indonesia – Malaysia, Disdikbud Aceh Besar, USK, dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Selasa 21 Maret 2023 di Aula BGP Provinsi Aceh.
Menurut Teti Wahyuni di Kurikulum merdeka berisi pembelajaran berbasis projek dengan menjalankan profil pelajar pancasila P5, dan karakter yang juga ada di dalam STEM-C.
“Kami siap berkolaborasi dan menandatangani MOU agar bisa saling bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bersama-sama, “harapnya.
“Alhamdulillah hari ini langsung kita tandatangi MOU dengan STEM yang ditandatangani oleh Prof Sattar dan Prof Hizir, “kata Tety Wahyuni.

“Kita pahami bahwa kemampuan anak berbeda-beda tingkatannya ada yang waktu melihat sudah memahami, terkadang setelah mendengar materi baru mengerti, namun ada juga anak-anak setelah melakukan projek baru mampu menerima dengan baik pengetahuan yang diberikan, ini juga menjadi betapa penting pembelajaran berbasis projek dilaksanakan yang di kurikulum merdeka dan STEM-C ini, “tambahnya.
Kami dari BGP Aceh sangat senang dengan kegiatan seperti ini dan kami siap mensupportnya.
“Jadi kenapa STEM, ya STEM ini memang sangat membantu dalam pembelajaran. Saya pernah ikut terlibat dalam Workshop dengan David Brook dari California, “terangnya.
Perlu juga kami tambahkan di sini kata Teti Wahyuni bahwa tugas seorang guru ada tiga diantaranya, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi.
“Ini harus dilakukan dengan baik agar hasil yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik, “pintanya.
“Mudah-mudahan Aceh Besar dapat melaksanakan pembelajaran yang baik di semua jenjang pendidikan, BGP yang bergerak dan tupoksinya untuk meningkatkan kompetensi guru, tendik, instruktur, dan pengajar praktik terus selalu siap berkolaborasi, “tutupnya.
Workshop Internasional STEM -C diikuti ratusan peserta guru dari semua jenjang dan mengikutinya dengan antusias.[]




















