Gelar Festival Hari Anak Nasional; Guru SMPN 3 Bireun Jadi Koordinator Lomba Desain Ragam Hias Kabupaten Bireun

BIREUEN,KABARDAILY.COM – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar serangkaian kegiatan meriah pada 2 Agustus 2025 di Pendopo Bupati Bireuen, yang juga dikenal sebagai Rumah Singgah Sukarno. Salah satu sorotan utama dalam perhelatan ini adalah penyelenggaraan Lomba Desain Ragam Hias, yang dikoordinatori langsung oleh Reny Fharina, S.Pd, guru Seni Budaya dari UPTD SMPN 3 Bireuen.

Reny Fharina dikenal sebagai sosok penggerak seni yang energik dan inovatif. Dalam kesempatan kali ini, ia tak hanya berperan sebagai panitia, namun juga sebagai pencetus ide cabang lomba desain ragam hias, sebuah kompetisi yang bertujuan menggali potensi seni rupa tradisional di kalangan anak-anak dan remaja Bireuen. Lomba ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali kekayaan ornamen khas Bireuen yang selama ini kurang terekspos.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ibu Sadriah, istri Bupati Bireuen, yang turut menggagas program revitalisasi desain ornamen khas daerah. Dalam sinergi tersebut, Reny dipercaya sebagai koordinator teknis lomba. Ia mengarahkan konsep, penjurian, hingga kurasi karya-karya peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi cara untuk merawat identitas lokal kita. Melalui ragam hias, kita bisa menggambarkan nilai-nilai sejarah, estetika, hingga filosofi masyarakat Bireuen,” ujar Reny Fharina saat diwawancarai seusai kegiatan.

Reny yang sebelumnya juga pernah tampil sebagai narasumber dalam Podcast Meudrah ISBI Aceh menyatakan bahwa seni adalah ruh dari peradaban. “Seni adalah ruh bagi semua insan. Kegiatan seperti ini adalah energi positif untuk anak-anak kita, agar tetap kreatif dan mencintai akar budaya mereka sendiri,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Puluhan peserta dari berbagai SMP dan SMA di Kabupaten Bireuen tampak antusias mengikuti lomba desain ragam hias tersebut. Mereka membawa beragam motif yang terinspirasi dari flora, fauna, serta warisan arsitektur lokal. Lomba ini tidak hanya menekankan aspek keindahan visual, tetapi juga makna simbolik yang terkandung dalam setiap goresan.

Selain lomba desain ragam hias, Festival Hari Anak Nasional juga menampilkan berbagai kegiatan lainnya seperti lomba menggambar, musik, tari, dan dongeng daerah. Acara ini menjadi wadah kolaboratif antara instansi pendidikan, dinas terkait, dan masyarakat seni yang ingin membentuk generasi muda yang berkarakter dan berbudaya.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba yang diberikan langsung oleh Ibu Sadriah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas keterlibatan guru-guru inspiratif seperti Reny yang terus mendorong transformasi pendidikan berbasis seni.

Festival Hari Anak Nasional di Bireuen kali ini menjadi bukti bahwa seni bukan hanya pelengkap, melainkan fondasi penting dalam membentuk identitas dan kreativitas generasi penerus bangsa. Dan di balik kesuksesan acara ini, nama Reny Fharina menjadi catatan penting bahwa seorang guru dapat menjadikan seni sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih berwarna dan bermakna.