KABARDAILY.COM ☆ PENDIDIKAN – Dalam rangka memperingati hari kesehatan mental sedunia yang jatuh pada sesi tanggal 10 Oktober 2023 yang lalu, maka Unit Pelayanan Psikologi Terapan (UP2T) UIN Ar-Raniry melaksanakan kegiatan seminar dengan tema “Manage Your Quarter Life Crisis for a Better Life” pada tanggal 18 Oktober 2023 di ruang Theater Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Kegiatan seminar ini menghadirkan narasumber Karjuniwati, M.Psi.,Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Peserta yang mengikuti seminar berjumlah 30 orang yang berasal dari Fakultas Psikologi, Fakultas Syariah Hukum Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan mahasiswa Al-Azhar Cairo. Seminar ini dibuka oleh Ketua Pelaksana Iyulen Pebry Zuanny, M.Psi., Psikolog selaku Ketua UP2T Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry.
Iyulen menyampaikan bahwa seminar mental health diadakan dalam rangka memperingati hari kesehatan mental sedunia dengan mengusung tema “Mental Health Is Universal of Human Right”. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia, salah satunya Aceh merupakan provinsi dengan indeks kesehatan mental rendah. Sesuai sub tema pada hari ini mengenai Quarter Life Crisis, usia 20an sampai 30 banyak yang mengalami krisis, hal ini juga sesuai dengan teori perkembangan bahwa seseorang yang berada dalam usia perkembangan tersebut rentan mengalami krisis apabila tidak memiliki koping yang baik. Oleh karena itu, seminar ini diharapkan dapat bermanfaat untuk membantu peserta memahami dan meningkatkan kondisi kesehatan mentalnya.
Dalam pemaparan materinya Karjuniwati menyebutkan bahwa Quarter Life Crisis merupakan periode krisis identitas yang diakibatkan oleh ketidaksiapan seseorang dalam menjalani proses transisi masa remaja menuju masa dewasa yang terjadi pada usia 18-30 tahun. Pada fase ini kebanyakan individu berada pada situasi kebingungan yang disebabkan oleh kebingungan identitas, banyaknya ekspektasi orang lain, tekanan untuk suskes, tidak ada arah dan tujuan, adanya konflik dalam berhubungan dengan orang lain, masalah finansial serta kehidupan pekerjaan dan karir.
Karjuniwati juga menjelaskan bahwa gejala Quarter Life Crisis yang muncul akan berbeda pada setiap individu seperti merasa terjebak dengan situasi yang sulit, membanding-bandingkan diri dengan pencapaian orang lain, sulit mengambil keputusan, cemas, bahkan bisa mengakibatkan depresi. Ia memberikan langkah-langkah mengelola Quarter Life Crisis diantaranya adalah kenali diri, menyadari bahwa situasi yang dialami adalah normal, cintai diri, kembangkan minat, dan cari bantuan kepada tenaga profesional seperti psikolog atau konselor.
Seminar ini terlaksana atas kerjasama yang baik dari semua pihak dan berjalan lancar. UP2T Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry akan rutin melaksanakan kegiatan seminar setiap bulannya, demikian ungkap Iyulen diakhir kegiatan. (KW)




















