Fakultas Keperawatan USK Gelar Edukasi Keluarga Sadar Stunting di Gampong Rumpet

JANTHO,KABARDAILY.COM –   Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep-USK) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, pada Selasa (26/8/2025).

Kegiatan bertema “Edukasi Kampanye Keluarga Sadar Stunting” ini merupakan salah satu rangkaian dari program “Penerapan Family Centered Care dalam Penanganan Stunting”, yang menjadi agenda resmi PKM-BGB. Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS., dengan anggota tim Ns. Nurul Hadi, S.Kep., M.Kep., Ns. Maulina, M.Kep., Sp.Kep.Kom., dan Ns. Zulkarnaini, S.Kep., M.Kep., serta didukung oleh lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gampong Binaan dari Fakultas Keperawatan USK.

Acara dibuka oleh moderator dari Tim KKN Tematik, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian, Sekretaris Gampong Rumpet, serta dihadiri pula oleh Darussamin selaku Keuchik Gampong Rumpet.

Dalam sambutannya, Prof. Tahlil menyampaikan bahwa target utama kegiatan ini adalah ibu hamil dan ibu dengan anak balita. Program dikemas dalam bentuk edukasi serta pelatihan keterampilan agar keluarga dapat memahami dan menerapkan pola asuh serta gizi yang benar untuk mencegah stunting.

“Stunting adalah persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga pada kualitas generasi bangsa di masa depan. Melalui kegiatan ini, kami ingin keluarga lebih sadar bahwa mereka memiliki peran besar dalam memastikan anak tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Prof. Tahlil.

Sekretaris Gampong Rumpet, Muhammad Salihin, juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian FKep-USK terhadap masyarakat Gampong Rumpet. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para ibu yang berhadapan langsung dengan persoalan gizi anak.

Materi inti mengenai “Edukasi Kampanye Keluarga Sadar Stunting” disampaikan oleh Ns. Nurul Hadi, M.Kep. Ia menekankan bahwa keterlibatan keluarga merupakan kunci dalam membentuk generasi sehat.

“Pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada tenaga kesehatan. Keluarga adalah garda terdepan yang harus paham bagaimana memberikan asupan gizi, stimulasi tumbuh kembang, serta pola asuh yang tepat bagi anak,” jelas Nurul Hadi.

Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri atas kader Posyandu, bidan desa, perangkat gampong, serta kelompok ibu hamil dan ibu balita yang memiliki anak stunting. Kegiatan berlangsung dengan lancar, dan para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, FKep-USK berharap Gampong Rumpet bebas stunting dan dapat menjadi contoh gampong binaan yang tangguh dalam melawan stunting serta melahirkan generasi emas Aceh yang sehat dan berkualitas.