KABARDAILY.COM,BIREUEN – Empat bulan berlalu sejak banjir bandang menerjang Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025, Perpustakaan Gampong Membaca Lueng Daneun Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen hingga kini belum beroperasi. Seluruh fasilitas literasi dilaporkan rusak total akibat terendam luapan air.
Meskipun struktur bangunan utama tetap kokoh, sarana pendukung di dalamnya hancur. Puluhan ribu koleksi buku, rak penyimpanan, meja baca, hingga perangkat komputer penunjang aktivitas warga tidak lagi dapat digunakan.
Kondisi ini mengakibatkan aktivitas belajar-mengajar dan budaya membaca di gampong tersebut lumpuh total. Ruangan yang sebelumnya menjadi pusat edukasi warga kini nampak kosong dan terbengkalai.
Pengurus Perpustakaan Lueng Daneun, Husnul Khatimah, M.Si mengakui bahwa kerusakan ini merupakan pukulan berat bagi pengelola dan masyarakat sekitar.
”Semua koleksi buku kami rusak, tidak ada yang bisa digunakan lagi. Begitu juga rak dan komputer, semuanya hancur. Saat ini perpustakaan belum bisa beroperasi seperti biasa,” ujar Husnul kepada media ini, Selasa (24/3/2025) di Bireuen.
Ia menjelaskan bahwa upaya pemulihan berjalan lambat karena keterbatasan dana dan sumber daya. Pihak pengelola sangat mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak agar denyut literasi kembali berdetak.
”Kami sangat berharap ada bantuan. Perpustakaan ini sangat penting bagi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar di gampong kami bahkan warga gampong sekitarnya,” tambahnya.
Husnul juga menyebutkan bahwa saat ini sudah ada beberapa koleksi buku yang masuk melalui donasi dari berbagai pihak. Namun, koleksi tersebut masih bersifat umum dan jumlahnya terbatas, serta sangat minim buku yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak.
Hal senada disampaikan Keuchik Lueng Daneun, Taufiqurahman, ST. Menurutnya, untuk memulai kembali operasional perpustakaan, butuh bantuan berbagai pihak.
“Sebelumnya, setiap tahun, kami bisa bantu dari Dana Desa, walaupun tidak banyak. Tahun ini Dana Desa juga sangat kecil, hanya 247 juta, telah dianggarkankan untuk layanan dasar lainnya,” sebut Taufiqurahman.
Perpustakaan Gampong Meubaca sebelumnya mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Juara Perpustakaan Desa/Gampong Terbaik tingkat Provinsi Aceh tahun 2025 dan mewakili Aceh pada ajang serupa tingkat nasional. (MA)






















