Eco Print sebagai Inovasi Tekstil Berbasis Alam Aceh, Strategi Mengatasi Kekurangan Pengrajin

  • Penulis, Raudatul jannah, mahasiswi Isbi Aceh

KABARDAILY.COM –  Aceh menurunnya jumlah pengrajin tekstil tradisional di Aceh, hadir sebuah inovasi baru yang diharapkan bisa menjadi solusi. Teknik eco print, yakni metode mencetak motif kain menggunakan dedaunan, bunga, dan tumbuhan lokal, kini mulai dikembangkan sebagai alternatif kriya tekstil yang ramah lingkungan dan mudah dipelajari.

Eco print memanfaatkan kekayaan alam Aceh yang berlimpah, seperti daun jati, bunga bungong jeumpa, hingga tanaman hutan khas daerah. Selain menghasilkan motif alami yang unik, teknik ini juga membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkarya di bidang kriya tekstil tanpa harus menguasai keterampilan rumit seperti menenun atau menyulam.

“Dengan eco print, kita bisa memaksimalkan potensi alam sekitar sekaligus menghidupkan kembali semangat berkarya. Harapannya, ini bisa mengurangi ketergantungan pada jumlah pengrajin yang makin terbatas.