Bireuen,KABARDAILY.COM -Suasana Simposium Nusantara (SIMPORA) 2025 di Universitas Almuslim, Bireuen, berlangsung semarak. Acara yang digelar 1–3 September ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari culture expo, lokakarya internasional, international conference, hingga gala dinner. Bertema Religion, Traditions, and Local Wisdom, SIMPORA 2025 menjadi ruang pertemuan budaya dan akademik lintas bangsa.
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh hadir sebagai salah satu peserta utama. Delegasi kampus seni ini dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ratri Candrasari, M.Pd, bersama sejumlah pejabat kampus, termasuk Kepala UPA Ajang Gelar dan Dokumentasi Seni Budaya, Aris Munandar, M.Ag, serta Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, Maisarah, S.Pd.I., M.A. Tidak ketinggalan, 10 mahasiswa turut berperan aktif dalam berbagai kegiatan.
Stan ISBI Aceh di arena culture expo menjadi pusat perhatian. Karya seni mahasiswa dan dosen yang ditampilkan menyedot minat pengunjung, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum. Banyak yang mengabadikan momen di stan tersebut, menandakan tingginya ketertarikan terhadap seni budaya Aceh.
Wakil Rektor I ISBI Aceh menyebut partisipasi ini sebagai langkah penting untuk memperkuat jejaring internasional. “SIMPORA 2025 adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPA Ajang Gelar, Aris Munandar, menegaskan bahwa sambutan publik sangat positif. “Antusiasme pengunjung luar biasa. Seni budaya Aceh terbukti masih memiliki daya tarik besar, dan itu memberi semangat bagi kami untuk terus mempromosikannya,” katanya.
Tidak hanya itu, kehadiran ISBI Aceh di SIMPORA juga mendatangkan apresiasi dari berbagai pihak. Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, Maisarah, menyebutkan bahwa stand ISBI dikunjungi pejabat penting, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, serta jajaran pimpinan Universitas Almuslim.
Rektor Universitas Almuslim pun memberikan penghargaan khusus atas partisipasi ISBI Aceh. “Kehadiran ISBI memperkaya kegiatan ini. Seni dan budaya Aceh menjadi warna tersendiri yang membanggakan,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pameran, partisipasi ISBI Aceh membuka peluang kolaborasi baru. Diskusi-diskusi yang terjalin selama SIMPORA diproyeksikan menjadi kerja sama nyata di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Dengan keterlibatan aktif ISBI Aceh, SIMPORA 2025 tidak hanya menjadi ajang pertemuan ilmiah, tetapi juga perayaan seni dan tradisi Nusantara. Ke depan, ISBI Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menjadi duta budaya Aceh di forum nasional maupun internasional.
Semarak SIMPORA 2025 menjadi bukti bahwa seni budaya tidak pernah kehilangan relevansinya. Justru, ia menjadi jembatan penting untuk membangun dialog, memperkuat identitas, dan membuka masa depan kolaborasi yang lebih luas.




















