Bupati Bireuen Respon Positif Gagasan Azhari Idris, Tindak Lanjut Secara Teknis Akan Dilakukan Setelah Lebaran

BIREUEN,KABARDAILY.COM  –  Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST merespon positif ide-ide dan gagasan yang disampaikan oleh Azhari Idris, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi terkait pembangunan Bireuen. Hal itu terungkap pasca pertemuan dengan Azhari dan Nizar Saputra, Wakil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di pendopo Bupati Bireuen, Rabu malam (2/4/2025).

Mukhlis menyebutkan saran seperti yang disampaikan Azhari dan Nizar bisa menambah pengayaan ide dan referensi untuk pembangunan Bireuen.

FB IMG 1743666989702
Pertemuan Bupati Bireuen, Mukhlis Takabeya dengan Azhari Idris di Bireuen

“Saran-saran yang konstruktif seperti ini sangat kami butuhkan,” sebutnya,

Ia juga menjelaskan Bireuen merupakan milik semua, termasuk putra putri terbaik yang berkiprah di luar, seperti Azhari Idris dan Iskandar, CEO Indonesian Airlines, menyinggung kedatangan Iskandar sehari sebelumnya. Khusus untuk saran-saran yang disampaikan Azhari, ia mengucapkan terima kasih. Dan beberapa poin nanti akan ditindaklanjuti secara teknis pasca Lebaran.

“Nanti kita akan duduk kembali. Tidak mesti harus formal sekali, kalau perlu Bang Azhari akan saya ajak potong kambing di kawasan kebun sawit nanti, sambil refreshing,” katanya setengah bercanda.

Sebelumnya, sejak Rabu petang, (2/3/2025), Bupati menerima kunjungan silaturrahim Azhari Idris, putra Tingkeum Manyang Kecamatan Kuta Blang yang sukses berkarir di dunia Migas nasional.

Dalam kesempatan itu, Azhari yang didampingi Wakil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nizar Saputra dan Mukhlis Aminullah, Ketua Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Bireuen, mendiskusikan program-program yang sifatnya konstruktif berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukannya di area Kalimantan dan Sulawesi selama menjabat di SKK Migas, dalam rangka mendukung Pemerintah Daerah membangun kapasitas sumberdaya. Seperti pemberian beasiswa bidang Migas.

“Kita bisa memberi beasiswa kepada putra putri terbaik Bireuen untuk kita didik khusus bidang Migas atau keahlian terapan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri yang sedang berkembang. Misalnya, dalam setahun 20-30 orang, kemudian mereka yang sudah jadi ahli muda ini bisa bekerja di tempat-tempat strategis di Indonesia bahkan di luar Indonesia bagi mereka yang telah mendapatkan sertifikasi keahlian yang diakui secara internasional,” sebut Azhari.

Sebagaimana berita sebelumnya, dalam pertemuan tersebut, Azhari dan Nizar juga memaparkan solusi untuk menyelesaikan persoalan kekurangan gas bagi rumah tangga. Caranya dengan pipanisasi gas dari Krueng Geukuh, Aceh Utara ke Bireuen. Hanya saja Pemkab Bireuen perlu mendiskusikan dengan Pemerintah Pusat terkait pembiayaan pemasangan jalur pipa gas rumah tangga. (MA)