Bertemu dengan Pimpinan DPRA, PGRI Aceh Sampaikan 10 Pernyataan Sikap

Banda Aceh,kabardaily.com – Pengurus PGRI Aceh yang terdiri atas Wakil Ketua 1 PGRI Aceh, Dr Chairil Almy, Sekretaris Umum PGRI Aceh, Drs M Nurdin, Wakil Ketua III, M Adam SPd SD, Wakil Sekretaris PGRI Aceh, Zaidarsyah SPd, dan Kepala Biro Tenaga Kerja PGRI Aceh, Zulfadli SPd melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua III DPRA, Hendra Budian, Rabu (22/9/2021) gedung DPRA Banda Aceh.

IMG 20210922 WA0221 1

Dalam pertemuan tersebut disampaikan 10 pernyataan sikap PGRI Aceh:

1. PGRI Aceh sepakat dan sangat mendukung upaya Pemerintah Aceh dalam program vaksinasi bagi guru dan siswa untuk menekan penularan virus covid 19 di Aceh, dengan catatan tetap memperhatikan pertimbangan medis terhadap kesehatan guru dan siswa sebagai calon penerima vaksin. Dan secara khusus utk kelompok siswa mengingat usia blm dewasa maka vaksinasi dilakukan dengan keizinan dari orangtua/wali.

2. PGRI Aceh menolak segala bentuk sikap arogansi berupa ancaman phycis dan verbal, ancaman karier dan jabatan serta ancaman mutasi serta ancaman pemotongan anggaran yang diberikan kepada sekolah, kepsek dan guru terkait program vaksinasi. Karena segala bentuk tekanan yang diberikan akan menambah beban kepsek dan guru yang sedang tertekan akibat tuntutan orangtua/wali dan masyarakat untuk melaksanakan PBM luring dimana masih terdapat berbagai kelemahan dalam pbm online.

Tekanan yang diterima kepala sekolah dan guru juga akan memicu konflik hubungan kerja dan konflik sosial antara kepala sekolah, guru, siswa serta orangtua/wali. Jika Konflik ini terjadi maka akan berdampak terhadap kemajuan pendidikan Aceh.

3. PGRI Aceh mengharapkan pemerintah Aceh dan jajarannya mampu memberikan penghormatan dan penghargaan bagi guru karena jika guru aceh bermartabat maka akan terbentuk generasi aceh yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas serta akhlak mulia.

4. Lingkungan pendidikan adalah lingkungan kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya : sekolah, keluarga dan masyarakat.

Peran guru adalah mengajar dan mendidik siswa, namun mengingat usia peserta didik yang belum dewasa maka peran keluarga dan masyarakat juga akan mempengaruhi tingkat kemauan, kemampuan dan karakter siswa.

Dasar kajian inilah PGRI Aceh berpendapat sangatlah tidak tepat jika kesuksesan vaksinasi bagi siswa dibebankan menjadi tanggungjawab dari kepala sekolah dan guru.

5. Sampai saat ini Pemerintah Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh blm pernah mengajak PGRI Aceh untuk berdialog untuk mencari metode dan pendekatan yang tepat dan humanis dalam mensukseskan program vaksinasi bagi dunia pendidikan.

Namun disisi lain PGRI Aceh secara mandiri tetap melakukan sosialisasi dan edukasi tentang manfaat vaksinasi bagi pengurus pgri dan guru untuk mempercepat pelaksanaan PBM secara luring (tatap muka di sekolah) di seluruh Provinsi Aceh.

6. PGRI menyarankan diadakan dialog kembali antara Dinas Pendidikan Aceh, MPA, PGRI Aceh dan satgas covid Aceh dengan DPRA sebagai fasilisator untuk mencari solusi bersama terhadap pendekatan dan penanganan program vaksinasi siswa, dialog ini sangat dibutuhkan untuk menyejukkan suasana lingkungan pendidikan dan mensukseskan program vaksinasi guru dan siswa.

7. Dalam rangka menyejukkan suasana dan memberi kenyamanan lingkungan sekolah serta membatasi perkembangan isu-isu yang berkembang maka PGRI Aceh sangat mengharapkan adanya pernyataan garansi dari pemerintah Aceh dan DPRA bahwa program vaksinasi siswa tidak berkonsekuensi kepada pemberhentian dan mutasi kepala sekolah, mutasi dan guru dan pemotongan anggaran sekolah dan sebagainya.

8. PGRI Aceh memandang batas tuntas vaksinasi siswa pertanggal 30 September yang diberikan sangat singkat dan tidak relevan untuk dilaksanakan di lapangan.

Pgri Aceh menyarankan deadline 30 september 2021 tersebut bisa dijadikan acuan tanggal evaluasi terhadap pelaksanaan vaksin, sehingga apabila terdapat beberapa sekolah minim siswa yang ikut vaksinasi , maka perlu dialog kembali tentang metoda dan pola pendekatan pelaksanaan vaksinasi siswa dan harapan pgri aceh dengan kerjasama yang sinergis dan harmonis semua pihak maka target sukses vaksin di lingkungan sekolah dapat tercapai.

9. PGRI Aceh mengajak pengurus PGRI se-Aceh, kepala sekolah dan para guru se-aceh untuk bersinergi dengan pemerintah aceh dan pemerintah kabupaten/kota dalam mensukseskan program vaksinasi guru dan siswa.

10. PGRI Aceh juga kembali mendorong DPRA untuk mempercepat penyusunan, pembahasan hingga pengesahan qanun perindungan guru aceh yang sebelumnya telah diusulkan oleh PGRI Aceh kepada DPRA. []