KABARDAILY.COM,Aceh Besar – Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh telah melaksanakan visitasi alih bentuk kelembagaan menjadi Institut Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh oleh Tim Visitasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia.
Visitasi berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan.
Tim visitasi melakukan verifikasi terhadap dokumen administrasi, tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu, serta kesiapan institusi untuk bertransformasi menjadi institut.
Berdasarkan hasil visitasi, STISNU Aceh dinyatakan memenuhi persyaratan untuk alih bentuk menjadi Institut Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh aspek yang dipersyaratkan telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketua STISNU Aceh, Dr. Tgk. Muhammad Yasir, S.H.I., M.A., menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diperoleh.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian visitasi berjalan dengan baik dan STISNU Aceh dinyatakan memenuhi persyaratan. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah, serta dukungan berbagai pihak yang telah bersama-sama membangun STISNU Aceh menuju institusi yang lebih maju,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Alih Status STISNU Aceh, Dr. Fakhrul Rijal, M.A., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh tim yang telah mempersiapkan proses alih bentuk secara matang.
“Alhamdulillah, hasil visitasi yang menyatakan STISNU Aceh memenuhi persyaratan merupakan bukti bahwa seluruh dokumen, tata kelola, sumber daya manusia, dan berbagai aspek kelembagaan telah dipersiapkan dengan baik.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua STISNU Aceh, Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah, seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh dalam proses ini. Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi STISNU Aceh resmi bertransformasi menjadi Institut Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Aceh dan Indonesia,” ujar Dr. Fakhrul Rijal, M.A.
Beliau juga menambahkan bahwa perubahan bentuk menjadi institut bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas program studi, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan hasil visitasi tersebut, STISNU Aceh kini menunggu proses administrasi dan penerbitan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia mengenai perubahan bentuk menjadi Institut Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi STISNU Aceh sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, profesional, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.




















