Berbagi Itu Rezeki, Undangan Ngisi Acara Jalan Terus

KABARDAILY.COM | REPORTASE WARGA – Seorang guru menjapri saya melalui messenger facebook. Guru tersebut berterimakasih atas postingan-postingan saya yang bermanfaat dan sekaligus meminta izin ke saya untuk mengcopy-paste, mengirimkan kembali ke group sekolahnya.

Guru itu juga meminta izin beberapa postingan saya yang berisi file diunduh lalu dimodifikasi, dimanfaatkan di sekolahnya.

Saya bertanya, “Kenapa harus minta izin ?! kan postingan saya terbuka, jangankan diunduh, dikritik aja saya izinkan dan saya siap menerima kritikan.

Apalagi jika pengetahuan dan unggahan dapat dimanfaatkan saya sangat senang.

“Bukan hanya itu pak, bukan sekedar izin, saya biar dapat berkah dari sanad, agar pengetahuan yang saya peroleh diberkahi, “jawab guru tersebut.

“Kata Gus Baha, mengambil kebaikan dan berbagi kebaikan tidak perlu izin. Kebaikan itu tuannya Tuhan. Manusia hanya membuka jalan atas kebaikan. Bahkan tidak perlu berpikir balasan atas kebaikan, kok kayak nagih sama Tuhan, syukur-syukur dijadikan pembuka oleh Tuhan, “balas saya.

Betul, Gus Baha bahkan menyampaikan pada dasarnya, secara asasi, manusia itu baik. Lihatlah ketika ada kecelakaan di jalan atau rumah kebakaran. Tanpa komando kita langsung bersedia membantu. Nah kalau ada manusia yang kemudian nyolong atau sibuk cari konten atas musibah, berarti sudah terlalu lama berteman sama setan sehingga lupa tugas dari Tuhan. (kata Gus Baha loh)

Pernah dulu, saya membuat konten iSpring di youtube. Tujuannya emang coba cari uang lewat youtube (tapi gagal karena di-ban, trus sy malas lanjutin). Teman saya langsung japri, “Pak Khai, tuh kalau video iSpring-nya bikin orang pintar, gak khawatir bapak gak diundang ngisi kegiatan lagi?”

Jujur saya gak pernah kebayang kalau berbagi berarti saya gak diundang ngisi lagi. Selama ini sering diundang juga gak dibayar kalau online.

Bahkan pernah kemaren ngisi kegiatan yang difasilitasi guru penggerak suatu kabupaten, minta norek saya, tapi saya tidak bersedia dibayar.

Selain hanya kegiatan online yang diikuti 1000 peserta tapi saya paham, komunitas guru penggerak tuh gak punya dana atau sponsor. Zoom aja minjem.

Justru Allah itu baik banget, ketika saya berbagi, baik lewat tulisan maupun lewat video yang gak jelas keluarnya kapan itu, malah undangan ngisi acara jalan terus. Saya kadang merasa bahwa postingan saya itu justru jadi rekognisi atau pengakuan terhadap pengetahuan yang kita miliki. Alhamdulillah undangan ngisi tetap saja ada. Lagian saya gak penting diberi amplop, ditanya nomor rekening juga boleh kok.

Rezeki itu bukan hanya berbentuk uang. Kadang tuh saya yakin, kesehatan saya, umur yang berkah adalah doa-doa dari orang-orang yang menyayangi saya, termasuk dari mereka yang mengambil manfaat atas postingan saya. Itu juga rezeki

Terimakasih Allah, memberiku kesempatan sebagai jalan berbagi kebaikan.[*]

Penulis : Khairuddin MPd,
Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli Aceh Utara