fbpx

BEI Aceh Sosialisasi dan Edukasi Sekolah Pasar Modal Syariah bersama DPP IKAN

BANDA ACEH,KABARDAILY.COM –  Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dan khususnya di Aceh. Bursa Efek Indonesia Perwakilan Aceh bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN) dibawah Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Usaha menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Syariah di Aula Kantor BEI perwakilan Aceh pada Rabu (15/5/2024).

Dalam acara tersebut hadir perwakilan dari PT Bursa Efek Indonesia Perwakilan Aceh sebagai Narasumber Aulia Firdaus Senior Officer BEI KP Aceh dan juga turut hadir perwakilan dari PT RHB Sekuritas Indonesia KP Aceh Muslim Hasan Birga sekaligus sebagai Narasumber.

FB IMG 1715824100348

Selain para narasumber juga turut hadir Syahrul Maulidi Ketua Umum DPP IKAN beserta pengurus, IWAPI Aceh serta para Mahasiswa dari Unmuha Aceh, UIN Ar-Raniry dan USK.

Dalam sambutannya Syahrul Maulidi memberikan apresiasi kepada BEI Aceh dan RHB Aceh yang telah bersinergi dengan DPP IKAN dalam rangka merealisasikan program Sekolah Pasar Modal Syariah. Kegiatan ini merupakan program kerjasama BEI Aceh dengan Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Usaha DPP IKAN dibawah tanggung jawab Wakil Ketua VII Hetty Rachman.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuka cakrawala berpikir masyarakat bahwa ada lembaga yang bisa membantu kita untuk berinvestasi secara tepat dan aman. Apalagi sekarang hadir Pasar Modal Syariah dimana semua kegiatannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama Islam.

Syahrul juga menyampaikan bahwa persoalan narkoba bukan hanya berbicara mengenai zat narkotika saja atau korban dari penyalahgunaan narkoba Bu saja. Namun persoalan narkoba ini juga sangat berdampak terhadap masalah perekonomian. Berdasarkan data dari PPATK bahwa transaksi narkotika di Indonesia sudah mencapai Rp400 triliun data tersebut didapat berdasarkan hasil pemeriksaan sepanjang tahun 2016-2021. Bahkan tindak pidana narkotika menduduki posisi kedua sebagai tindak pidana yang berisiko sebagai asal TPPU setelah korupsi.

Diakhir sambutan Syahrul mengajak kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan semoga kegiatan ini bisa menggerakkan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal syariah sebagai alternatif untuk menambah pundi-pundi rezeki yang halal daripada bertransaksi narkoba.[*]