Pojok Motivator,kabardaily.com – Seorang anak lelaki yang temperamental, sehingga ayahnya membekalinya dengan sekantung paku. Setiap kali dia kehilangan kesabaran atau berselisih paham dengan orang lain, ayahnya menyuruhnya untuk memaku sebatang paku di pagar.
Hari pertama dia memaku 37 batang paku di pagar. Hari-hari berikutnya dia mulai belajar menahan diri sehingga semakin sedikit paku yang harus dia pasang di pagar. Dari situ dia belajar bahwa lebih mudah menahan amarah daripada memasang paku di pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana dia tak memaku sebatang paku pun di pagar, artinya hari itu dia berhasil mengontrol kemarahan dan temperamennya.
Dengan rasa sukacita dilaporkannya hal itu pada ayahnya. Sang ayah kemudian menyuruh untuk mulai mencabut paku itu satu demi satu. Anak itu menurut dan setiap hari dia muai mencabuti paku yang teah ditancapkannya di pagar sampai semua paku berhasil dia cabut.
Kemudian anak itu laporan lagi ke ayahnya kalau semua paku telah tercabut. Sang ayah melihat kegembiraan di wajah anaknya dan mengajaknya memperhatikan pagar yang penuh lobang bekas paku.
Dengan bijak dia berkata pada anaknya, ” anakku kamu sudah berlaku baik, kamu berhasil menahan diri dan kamu juga sudah mencabut semua paku yang kamu tancapkan saat kamu kehilangan emosi.
Perhatikan bahwa pagar ini meskipun pakunya telah kamu cabut semua tapi bentuknya sudah berubah dan selalu akan ada lobang di sana..
Pagar ini tak akan penah sama lagi..Begitu juga setiap kamu berselisih paham dengan orang lain, akan selalu meninggalkan luka seperti halnya lubang bekas paku di pagar itu.
Setulus apapun maaf yang kau lontarkan setelah menyakiti hati orang lain tetap tak akan merubah kondisi hatinya yang terluka. Meskipun dia telah memaafkanmu juga, tapi luka itu akan tetap ada di sana, tertinggal dan bisa saja masih terasa perihnya..
Berbuatlah Baik, Hati hati dalam bersikap dan bertindak sehingga kita tidak menyakitkan orang lain.
Anaz Almansour
Motivator Kepribadian




















