Ala Kadarnya Asa di Sudut Arsya Kopi

  • Oleh Feri Irawan, SSi MPd

KABARDAILY.COM – REPORTASE WARGA- Warung kopi (Warkop) Arsya, Jeunieb, Bireuen, berada tepat di pinggir jalan nasional (Jalan Banda Aceh-Medan), pas di depan SMP Negeri 1 Jeunieb. Warkop ini sudah ada semenjak saya dipromosi menjadi kepala SMKN 1 Jeunieb, sekitar dua tahun yang lalu. Walaupun banyak warkop modern dengan segala keunikannya, warkop Arsya tetap menjadi favorit saya sekadar ngopi, ngemil, dan becanda dengan para cekgu satu sekolah maupun cekgu sekolah tetangga.

Warkop ini bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati segelas kopi yang nikmat, tetapi juga menjadi tempat yang menawarkan pengalaman yang berbeda dan unik. Sebagai penikmat kopi, seperti sudah tradisi, hari-hariku, aku memulai hari dengan secangkir kopi di Warkop Arsya. Menyeruput segelas kopi kesukaan menjadi kenikmatan yang abadi dalam diri. Segudang inspirasi hadir dalam nikmatnya secangkir kopi seperti hidup ini yang tak pernah lepas dari cerita kehidupan.
Ya, begitulah, ada kopi ada cerita, lain kopi lain cerita. Mari ngopi kita bercerita.

Seperti kata orang-orang, secangkir kopi dapat menjadi sebuah inspirasi, bahwa ia tidak pernah berdusta atas nama rasa. Kopi selalu punya cerita, bahwa yang hitam tidak selalu kotor, bahwa rasa pahit juga tidak selalu membawa kesedihan.

Tentu yang ada di dalam warkop bukan hanya kopi saja, tetapi juga ada makanan dan minuman yang lainnya. Bukan hanya menawarkan menu yang variatif tapi juga sedap di lidah. Disisi lain, pemilik warkop ini pun memanjakan pelangannya dengan menyemarakkannya dengan berbagai fasilitas, seperti wifi, televisi, hingga surat kabar Serambi Indonesia dan Prohaba bagi pelanggannya.

Karena nyamannya, penggemar kopi pun bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi dalam sehari dan duduk berlama-lama.

Warkop Arsya memang menawarkan kualitas kopi yang baik, tetapi lebih dari itu, tempat ini menyatukan berbagai kalangan dan profesi dalam suasana yang hangat dan nyaman. Tempat ini bukan hanya sekadar tempat nongkrong tetapi juga tempat untuk belajar, berbagi pengalaman dan saling menghargai. Warkop Arsya menawarkan sesuatu yang berbeda dari warkop warkop lainnya, dan menjadi tempat yang tak bisa digantikan oleh tempat lain. Kualitas kopi yang baik, suasana yang hangat, dan koneksi yang berharga antar berbagai kalangan. Seperti yang dikatakan Coco Chanel, “In order to be irreplaceable one must always be different” (untuk menjadi tak tergantikan, seseorang harus selalu berbeda)

Dalam dunia kopi, ada begitu banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dinikmati. Rasanya yang unik, aroma yang memikat, dan manfaatnya bagi kesehatan membuatnya menjadi minuman yang menarik untuk dinikmati.

Seperti hari ini, 26 Februari 2024 pagi, saya masih tetap menikmati secangkir kopi di warkop ini. Hitung-hitung, saya hampir dua tahun menyeruput kopi di warkop ini. Biarlah ratusan gelas kopi kenangan menjadi saksi bahwa hidup ini memang banyak variasi, ada senang ada sedih ada suka dan ada duka silih berganti.

Tak terasa, kopi di gelasku hanya tersisa seperempat gelas lagi. Ku tarik nafas lebih dalam. Dan ku hempaskan dengan lemparan pertanyaan. Bagaimana rasa kopi di warkop ini besok? Atau di hari-hari berikutnya? Tentunya kenikmatan kopi di hari ini atau hari-hari sebelumnya akan terkenang indah dalam sanubari dan belum tentu dapat dinikmati lagi pada esok hari, lusa atau hari-hari berikutnya.

Analog dengan Sekolah

Kondisi di warkop sebenarnya analog dengan situasi di sekolah. Penjual harus sigap melayani keragaman pesanan pelanggan. Seperti pimpinan sekolah yang juga harus menghadapi guru, tenaga kependidikan, dan siswa dengan keragaman kebutuhan, keunikan, dan kecerdasannya masing-masing. Disinilah pentingnya pimpinan sekolah memahami keragaman kecerdasan dan potensi guru, tenaga kependidikan dan peserta didik (Multiple Intelligence).

Di sekolah, sebagai pimpinan, saya bukan hanya memberikan aneka informasi, tetapi yang lebih penting adalah mengembangkan potensi warga sekolah.

Demikan juga dengan fasilitas sekolah untuk membuat kenyamanan guru, tendik dan siswa. Bagaimana sekolah saya mengkonsep diri menjadi sekolah zona nyaman dan menyenangkan bagi warga sekolah dan masyarakatnya sesuai kultur sekolah. Bukan hanya menawarkan program yang variatif saja, tetapi seiring waktu, sekolah juga mengedepankan kenyamanan.

Sama seperti pemilik warung kopi, setiap hari harus jeli melihat selera pelanggan. Sebagai insan pendidik, guru pun harus demikian, harus pandai melihat keinginan siswa dan mencari strategi pembelajaran yang efektif. Setiap hari, guru pun tidak akan luput dari pengambilan keputusan untuk menentukan bahan dan sumber bahan ajar, menentukan metode dan media untuk mencapai tujuan pembelajaran, serta menentukan jenis dan bentuk instrumen untuk mengukur hasil belajar peserta didik berdasarkan keberagamannya

Perbedaan kompetensi dan latar belakang guru dan tendik harus saya sikapi dengan melakukan komunikasi serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya akan menjelma menjadi guru yang Profesional, Dedikasi tinggi, unggul, kreatif, dan inovatif (PRODUKTIF) dan “out of the box”. Model guru PRODUKTIF dan out of the box seperti inilah yang saat ini dibutuhkan sekolah di tengah semakin ketatnya persaingan dan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan.

Asa Alakadarnya

Ibarat secangkir kopi, rasa kopinya di hari ini dan hari-hari sebelumnya belum tentu sama rasa kopi di hari-hari berikutnya, bahkan lebih dan punya keunikan. Juga pemilik warkop beserta pelayannya yang terus memberikan pelayanan terbaik bahkan meningkatkan pelayanannya dengan berbagai fasilitas dan aneka minuman dan makanan kepada pelanggannya dengan cita rasa yang pas dan unik. Karena rasa kopi yang pas dan layanannya itu ada pada konsistensi dalam menjaga bahkan meningkatkan targetnya.

Demikian juga dengan sekolahku. Beberapa prestasi besar di tahun 2023 atau tahun sebelumnya tidak membuat sekolah dan tim work saya berpuas diri dan berdiam diri. Apabila masih ada yang kurang kadarnya, maka mari kita fokuskan pada perbaikan hari-hari selanjutnya.

Berharap produktivitas kinerja tidak berkurang, berharap semakin meningkat dan terjaga. Karena keberhasilan terhadap pencapaian itu ada pada konsistensi dalam menjaga bahkan meningkatkan targetnya.

Target selanjutnya mungkin tidak perlu banyak dan muluk-muluk tetapi sesuatu yang bisa dilakukan dengan keteguhan hati. Tidak ada yang sia-sia untuk semua target di hari-hari berikutnya bisa tercapai dan menjadikan tiap detik dalam hidup ini berharga. Ternyata pembelajaran dan mutiara hikmah bisa kita dapatkan di mana-mana. Tidak terkecuali di warkop Arsya.

Penulis adalah Kepala SMKN 1 Jeunieb dan uh Ketua IGI Daerah Bireuen